Jawa Timur Pegang Kunci Transportasi Nasional, Infrastruktur Lengkap Tapi SDM Masih Tertinggal

Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah paling strategis dalam peta transportasi nasional. Provinsi ini dinilai punya modal infrastruktur yang lengkap, tetapi tantangan terbesar masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan layanan.

Penilaian itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Organisasi MTI Jawa Timur di Surabaya. Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai Jawa Timur bisa menjadi contoh sistem transportasi modern yang tidak hanya kuat di sisi fisik, tetapi juga berkeselamatan.

Fondasi konektivitas yang sudah terbentuk

Jawa Timur unggul karena memiliki jaringan jalan, rel kereta api, pelabuhan laut, dan bandara yang tersebar di berbagai wilayah. Kombinasi moda darat, laut, dan udara ini membuat provinsi tersebut memiliki fondasi kuat untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Posisi itu juga menjadikan Jawa Timur sebagai simpul penting dalam konektivitas nasional. Perannya tidak berhenti pada kebutuhan daerah, tetapi ikut memengaruhi arus barang dan orang yang bergerak lebih luas antardaerah.

SDM jadi titik yang harus dikejar

Meski infrastruktur dinilai lengkap, Bambang mengingatkan bahwa pembangunan fisik tidak akan cukup tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia transportasi. Ia menekankan bahwa pengoperasian layanan yang aman dan andal sangat bergantung pada kesiapan tenaga kerja di sektor ini.

Jawa Timur disebut memiliki keunggulan tambahan karena menjadi lokasi berbagai lembaga pendidikan transportasi darat, laut, dan udara. Keberadaan lembaga tersebut dinilai bisa menghasilkan tenaga profesional yang dibutuhkan untuk memperkuat sistem transportasi di masa depan.

Perawatan armada ikut menentukan layanan

Selain jaringan dan SDM, perhatian juga tertuju pada fasilitas perawatan serta pemeliharaan sarana transportasi. Armada yang terawat baik dinilai akan meningkatkan keandalan layanan dan membantu menjaga keselamatan pengguna jasa.

Sorotan pada aspek ini menunjukkan bahwa pengembangan transportasi tidak selesai saat jaringan baru dibangun. Kualitas layanan tetap bergantung pada kesiapan armada, sistem pemeliharaan, dan disiplin operasional yang berjalan di lapangan.

Arah kebijakan yang lebih terintegrasi

Dari sisi kelembagaan, Ketua MTI Jawa Timur Hari Sugiri menyatakan pihaknya siap ikut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan transportasi. Arah yang didorong mencakup kebijakan yang lebih terintegrasi, aman, dan ramah lingkungan.

MTI Jawa Timur memandang kolaborasi antarpemangku kepentingan sebagai kunci untuk menjawab tantangan transportasi yang terus berkembang. Dalam kerangka itu, Jawa Timur diposisikan bukan hanya sebagai wilayah dengan infrastruktur lengkap, tetapi juga sebagai penggerak penting bagi penguatan transportasi nasional.

Source: brilian-news.id

Terkait