Jawa Tengah menutup 2025 dengan modal investasi yang besar, yakni sekitar Rp110 triliun dan penyerapan 275 ribu tenaga kerja. Di saat banyak daerah masih berupaya menarik kepercayaan investor, provinsi ini justru menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas basis industrinya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut tren itu masih terjaga meski kondisi geopolitik dunia belum stabil. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah juga sudah mencapai sekitar Rp23 triliun dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja.
Daya tarik utama ada pada tenaga kerja
Luthfi menilai kekuatan Jawa Tengah bukan hanya soal lokasi atau lahan, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa suplai tenaga kerja di provinsi ini ditopang ribuan sekolah vokasi, balai latihan kerja, dan politeknik.
“Padat karya itu apa? Padat karya di mana sumber daya manusia kita sangat mencukupi. Vokasi kita hampir 1.500, BLK kita banyak, kemudian politeknik kita banyak,” jelasnya.
| Indikator | Realisasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Investasi 2025 | Rp110 triliun | Serapan 275 ribu tenaga kerja |
| Investasi triwulan I 2026 | Rp23 triliun | Serapan 92 ribu tenaga kerja |
| Calon tenaga kerja untuk Jepang | 420 orang | Proses seleksi dipusatkan di Jawa Tengah |
Contoh kepercayaan itu juga terlihat dari seleksi sekitar 420 calon tenaga kerja untuk Jepang yang dipusatkan di Jawa Tengah. Bagi Pemprov, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa kualitas tenaga kerja daerah ini diakui lebih luas.
12 kabupaten/kota disiapkan jadi kawasan industri
Untuk menjaga arus investasi tetap tumbuh, Pemprov Jawa Tengah telah berkomunikasi dengan Kementerian PPN/Bappenas. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan 12 kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru.
“Sudah kita siapkan 12 kabupaten/kota sebagai kawasan industri,” ujar Luthfi usai rapat paripurna persetujuan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, Semarang, Rabu (8/7/2026).
Rencana itu diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar kantong industri yang sudah ada. Pemprov juga berharap pengembangan kawasan industri baru bisa memperbesar penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah Jawa Tengah.
Dengan modal investasi yang masih kuat, dukungan SDM vokasi, dan perluasan kawasan industri, Jawa Tengah berupaya menjaga posisinya sebagai tujuan utama investor di tengah ketidakpastian global. Fokus berikutnya ada pada bagaimana 12 daerah yang disiapkan itu bisa segera menjadi penggerak baru ekonomi daerah.
Source: indoraya.news






