Jawa Tengah Didorong Perkuat Literasi Digital, Luthfi Soroti Kesiapan Tunas Bangsa Menuju 2045

Author: Cung Media

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan literasi digital sebagai isu penting yang tidak bisa lagi dipisahkan dari kesiapan daerah menghadapi masa depan. Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, ia mengajak masyarakat memperkuat daya tahan sosial dan kesiapan digital sebagai bagian dari jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Luthfi usai memimpin upacara Harkitnas di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Ia menilai semangat kebangkitan tidak cukup dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi harus diterjemahkan menjadi dorongan untuk memperkuat daya saing masyarakat.

Digitalisasi ditempatkan sebagai prioritas

Dalam amanatnya, Luthfi menegaskan bahwa pemerintah perlu menjalankan Asta Cita Presiden dan menempatkan digitalisasi sebagai prioritas. Ia juga menekankan bahwa para tunas bangsa harus disiapkan sejak sekarang agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan benar-benar berjalan untuk kemajuan bersama. Pesan itu sejalan dengan tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid dan dibacakan Luthfi saat upacara.

Luthfi menilai Harkitnas tahun ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui pelindungan generasi muda dan penguatan kemandirian bangsa. Ia juga menyebut kemajuan negara ditentukan oleh keteguhan rakyat untuk bersatu dalam satu visi besar.

Program nasional menyentuh kebutuhan dasar

Luthfi menjelaskan bahwa visi kemandirian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diwujudkan lewat berbagai program strategis nasional. Program-program itu menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.

Salah satunya adalah Makan Bergizi Gratis yang dijalankan di sekolah-sekolah untuk memperkuat fondasi kesehatan generasi muda. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan lewat pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, disertai peningkatan mutu guru dan penyediaan beasiswa.

Di bidang kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis untuk memperluas akses perlindungan medis secara merata. Sementara itu, kesejahteraan masyarakat diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa.

Menurut Luthfi, koperasi itu diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh akses pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat-obatan terjangkau, dan layanan ekonomi dasar lainnya. Ia menempatkan penguatan ekonomi desa sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian yang lebih luas.

Perlindungan anak di ruang digital

Luthfi juga menyoroti penguatan pelindungan anak di ruang digital. Pemerintah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

Sejak 28 Maret 2026, pemerintah menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi. Langkah itu ditujukan untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan sesuai tahap perkembangan anak.

Dalam konteks itu, ajakan memperkuat literasi digital di Jawa Tengah menjadi semakin relevan. Pemerintah daerah menempatkan kesiapan masyarakat menghadapi arus digital sebagai bagian dari upaya menjaga generasi muda dan memperkuat kedaulatan bangsa.

Source: jateng.antaranews.com
Terbaru