Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil untuk kebutuhan rekrutmen tahun ini. Porsi terbesar diarahkan ke tenaga kesehatan karena layanan publik di daerah itu masih membutuhkan penguatan.
Fokus utama usulan tersebut berada pada dokter spesialis dan perawat. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut kebutuhan tenaga kesehatan tetap besar seiring meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat.
Masalah yang Masih Menekan Layanan Daerah
Jawa Tengah masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis, terutama yang bertugas di rumah sakit daerah. Kondisi serupa juga terjadi pada perawat yang jumlahnya dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan layanan.
Karena itu, penambahan aparatur di bidang kesehatan dipandang masih mendesak. Usulan formasi CPNS kali ini pun kembali menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama.
Belum Tentu Disetujui Penuh
Meski sudah diajukan, formasi tersebut belum otomatis akan disetujui sepenuhnya. Pemenuhannya tetap bergantung pada kebijakan dan persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Selama ini, formasi yang diusulkan pemerintah daerah memang tidak selalu dipenuhi penuh oleh pemerintah pusat. Akibatnya, kebutuhan riil di lapangan dan jumlah formasi yang akhirnya disetujui kerap berbeda.
Situasi itu membuat Jawa Tengah masih harus menunggu kepastian akhir terkait jumlah formasi yang akan diterima. Di sisi lain, dorongan untuk memperkuat layanan kesehatan tetap menjadi alasan utama di balik pengajuan 1.000 formasi CPNS tersebut.
