Hujan meteor Arietid memberi peluang singkat bagi pengamat langit pada 10 Juni 2026, saat puncaknya tiba. Waktu terbaik untuk mencobanya bukan tengah malam, melainkan sekitar satu jam sebelum Matahari terbit ketika langit masih gelap.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, rentang yang paling disarankan adalah sekitar pukul 04.30 sampai 05.30 WIB. Pada fase inilah titik radian Arietid mulai muncul di atas horizon timur, sementara cahaya Matahari belum terlalu kuat menutupi langit.
Mengapa Arietid sulit dilihat
Arietid aktif sejak 22 Mei hingga 3 Juli 2026 dan dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling aktif. Meski begitu, fenomena ini juga termasuk yang paling sulit diamati dengan mata telanjang.
EarthSky menyebutnya sebagai hujan meteor siang hari yang sangat aktif. Artinya, sebagian besar aktivitasnya terjadi saat langit sudah terang, sehingga hanya sebagian meteor yang masih berpeluang terlihat menjelang fajar.
Arah pandang dan lokasi yang paling membantu
Pengamatan sebaiknya diarahkan ke timur karena meteor akan tampak melesat menjauh dari titik radian di sekitar rasi Aries. Dengan posisi ini, peluang menangkap kilatan meteor terang menjadi lebih besar.
Lokasi dengan horizon timur yang terbuka sangat membantu karena meteor kerap muncul rendah dan melintas panjang. Area yang minim polusi cahaya juga penting agar kilatan redup lebih mudah terlihat.
Tips agar mata lebih siap menangkap meteor
Menjauh dari lampu terang sebelum mulai mengamati dapat membuat mata lebih peka. Mata biasanya membutuhkan sekitar 20 hingga 30 menit untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.
Pada saat yang sama, cahaya Bulan sabit yang cukup terang juga bisa mengganggu pandangan. Posisi yang terlindung dari sinar Bulan dapat membantu mengurangi hambatan visual saat mencari meteor di langit timur.
Aktivitas tinggi, tetapi yang terlihat jauh lebih sedikit
Data radar menunjukkan Arietid sangat aktif dengan laju sekitar 60 meteor per jam. Dalam kondisi tertentu, pengamatan radar bahkan memperkirakan jumlahnya bisa mendekati 200 meteor per jam.
Namun angka itu berasal dari deteksi instrumen, bukan hitungan meteor yang tampak langsung oleh mata. Karena sebagian besar aktivitas terjadi pada siang hari, jumlah meteor yang benar-benar terlihat biasanya jauh lebih sedikit.
Bagi yang ingin mencoba, bangun lebih awal menjadi kunci utama. Fokuskan pandangan ke arah timur pada kisaran 04.30–05.30 WIB, lalu manfaatkan langit gelap sebelum fajar untuk menangkap peluang singkat melihat Arietid.
