Jalan Ambles Lenteng Agung, Macet Arah Depok Mengular Sampai Flyover Tapal Kuda

Author: Cung Media

Kemacetan panjang melumpuhkan Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok setelah badan jalan ambles dan menyisakan hanya satu lajur yang bisa dilalui. Antrean kendaraan dilaporkan mengular sampai Flyover Tapal Kuda, dengan panjang kemacetan mencapai sekitar 3 kilometer dari titik jalan yang rusak.

Gangguan ini langsung terasa di salah satu koridor tersibuk di Jakarta Selatan yang menjadi jalur harian menuju Depok. Penyempitan dari tiga lajur menjadi satu lajur membuat arus kendaraan tersendat dan kepadatan bertahan lebih lama dari biasanya.

Antrean Menjalar ke Titik-Titik Sibuk

Kanit Lantas Polsek Jagakarsa AKP Benny Muchtar mengatakan antrean kendaraan sudah mencapai kawasan Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung. Dampaknya paling besar dirasakan kendaraan yang bergerak ke arah Depok.

Ia menjelaskan hambatan utama datang dari menyusutnya ruang jalan akibat amblesan. Kendaraan yang semula melintas di tiga lajur kini harus bergantian memakai satu lajur yang masih bisa digunakan.

Kondisi itu membuat laju kendaraan turun drastis di titik penyempitan. Saat volume lalu lintas tetap tinggi, kemacetan sulit dihindari dan merambat ke ruas lain di sekitarnya.

Kepadatan juga diperkirakan meningkat pada sore hingga malam hari. Periode jam pulang kantor menjadi waktu yang paling diwaspadai karena arus kendaraan biasanya bertambah pada saat itu.

Jalan Ambles Sepanjang 16 Meter

Sebagian ruas Jalan Raya Lenteng Agung ambles pada Kamis malam dan langsung mengganggu akses kendaraan di jalur arah Depok. Kerusakan itu membuat titik tersebut tidak bisa dilalui secara normal.

Panjang jalan yang ambles disebut sekitar 16 meter, dengan kedalaman mencapai sekitar 3 meter. Kondisi itu membuat ruang gerak kendaraan di lokasi menyempit tajam dan memperlambat aliran lalu lintas.

Dampaknya tidak hanya terasa di dekat titik rusak, tetapi juga menjalar ke sepanjang koridor. Imbas kemacetan ikut dirasakan hingga kawasan Tanjung Barat dan Flyover Tapal Kuda pada jam sibuk pagi.

Foto di lokasi menunjukkan kendaraan menumpuk di jalur terdampak. Situasi itu mempertegas betapa besar pengaruh amblesan terhadap distribusi arus kendaraan di kawasan tersebut.

Petugas Bersiaga di Lapangan

Untuk mencegah kemacetan yang lebih parah, petugas terus berjaga di lokasi. Polisi melakukan pengaturan arus sambil memantau perkembangan kepadatan kendaraan sepanjang hari.

AKP Benny Muchtar menyebut petugas tetap siaga untuk mengantisipasi lonjakan arus, terutama menjelang sore. Langkah ini ditempuh agar pergerakan kendaraan di sekitar titik ambles tetap berjalan meski sangat terbatas.

Penanganan di lokasi juga melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Sumber Daya Air. Kehadiran beberapa instansi itu menunjukkan bahwa gangguan ini memerlukan penanganan darurat lintas sektor.

Peran mereka tidak hanya terkait perbaikan fisik jalan. Pengaturan lalu lintas dan pengamanan kawasan juga dibutuhkan agar dampak kemacetan tidak meluas ke ruas lain.

Pengendara Diminta Ambil Jalur Lain

Di tengah antrean yang mengular, pengendara yang menuju Depok diminta menghindari Jalan Raya Lenteng Agung untuk sementara waktu. Polisi mengimbau masyarakat memilih jalur alternatif agar tidak terjebak kepadatan panjang.

Imbauan itu penting karena titik penyempitan belum memungkinkan arus bergerak lancar. Selama hanya satu lajur yang bisa dipakai, antrean tetap berpotensi panjang meski petugas sudah mengatur lalu lintas di lapangan.

Pengalihan kendaraan ke jalur lain diharapkan bisa mengurangi beban pada koridor terdampak. Dengan begitu, ruang gerak kendaraan di sekitar lokasi bisa sedikit lebih longgar dan arus tidak semakin menumpuk.

Sampai penanganan darurat dilakukan, kawasan Lenteng Agung arah Depok masih menjadi titik rawan macet. Pengendara yang melintas di jalur ini perlu memperhitungkan waktu perjalanan lebih panjang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru