Tim bulu tangkis Indonesia akan memulai perjuangan di Piala Thomas dan Uber dengan target yang jelas, yaitu mengejar gelar di nomor putra dan tampil sebaik mungkin di sektor putri. Turnamen beregu paling bergengsi ini digelar di Forum Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang, dengan Skuad Merah Putih datang sebagai runner-up dari edisi sebelumnya.
Status tersebut membuat beban Indonesia tidak ringan. Selain harus bersaing sejak fase grup, tim juga membawa misi membalas hasil yang sempat membuat trofi kembali lepas dari genggaman.
Jadwal padat sejak laga pertama
Indonesia langsung mendapat rangkaian pertandingan yang rapat di fase grup. Situasi ini menuntut kesiapan fisik, fokus, dan ketepatan strategi agar tim bisa menjaga peluang lolos dengan aman.
Di Piala Thomas, Indonesia tergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. Pada Piala Uber, Indonesia berada di Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia, sehingga tim putri harus finis di dua besar grup untuk melangkah ke perempat final.
Berikut jadwal pertandingan Indonesia di fase grup:
Jumat, 24 April
23.30 WIB: Indonesia vs Aljazair, Piala ThomasSabtu, 25 April
17.00 WIB: Indonesia vs Kanada, Piala UberMinggu, 26 April
13.30 WIB: Indonesia vs Thailand, Piala Thomas
23.30 WIB: Indonesia vs Australia, Piala Uber- Selasa, 28 April
15.00 WIB: Indonesia vs Taiwan, Piala Uber
23.30 WIB: Indonesia vs Prancis, Piala Thomas
Rangkaian itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak punya banyak jeda antarpertandingan. Kondisi tersebut membuat pengelolaan energi pemain menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa.
Tumpuan pengalaman di sektor putra
Di tim Thomas, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tetap menjadi dua nama paling penting di sektor tunggal. Keduanya membawa pengalaman besar dan diharapkan mampu memberi poin krusial pada laga-laga penentu.
Dukungan juga datang dari deretan pemain muda seperti Alwi Farhan dan Muhammad Zaki Ubaidillah. Kehadiran mereka memberi Indonesia opsi tambahan untuk menyesuaikan komposisi lawan sekaligus menjaga kedalaman skuad di nomor tunggal.
Pada sektor ganda putra, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri masih menjadi andalan utama. Indonesia juga memiliki pasangan non-pelatnas, Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, yang disebut tengah naik daun dan bisa memperkuat variasi strategi.
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin melengkapi kedalaman sektor ini. Kombinasi para pemain tersebut memberi pelatih lebih banyak pilihan dalam menentukan formasi terbaik di setiap pertandingan.
Skuad Uber bertumpu pada para pemain inti
Di tim Uber, Putri Kusuma Wardani diproyeksikan sebagai andalan utama di sektor tunggal. Perannya menjadi penting karena Indonesia membutuhkan sosok yang stabil untuk menjaga peluang di partai-partai krusial.
Namun, kedalaman skuad putri masih menjadi perhatian. Ester Nurumi dan Ni Kadek Dhinda disebut masih berada dalam tahap pengembangan, sehingga persaingan di sektor tunggal putri membutuhkan kehati-hatian dalam menyusun komposisi.
Pada nomor ganda, Indonesia memiliki beberapa opsi rotasi melalui Siti Fadia, Febriana Dwipuji, dan Rachel Allessya Rose. Ketiganya diharapkan membantu menjaga keseimbangan tim sekaligus memberi variasi permainan saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Misi besar di Denmark
Dengan status runner-up pada edisi sebelumnya, Indonesia datang membawa harapan besar dari publik bulu tangkis nasional. Target di Piala Thomas dan Uber kali ini bukan hanya lolos dari fase grup, melainkan juga memperlihatkan daya saing hingga babak-babak akhir.
Kombinasi pemain senior dan talenta muda menjadi modal utama Skuad Merah Putih. Dari jadwal yang padat hingga peta lawan di grup, seluruh elemen tim akan langsung diuji sejak pertandingan pertama di Denmark.
Source: www.viva.co.id






