Jabar Dorong Kampus Al Washliyah di Cirebon atau Indramayu, Muktamar Jadi Panggung Baru

Author: Cung Media

Jawa Barat membawa satu pesan yang cukup tegas ke Muktamar XXIII Al Washliyah: mereka ingin organisasi ini punya perguruan tinggi sendiri di provinsi tersebut. Dorongan itu muncul saat gaung muktamar kian menguat menjelang gelaran di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 7-9 Juli 2026.

Ketua Wilayah Al Washliyah Jabar KH Ahmad Aidin Tamim menyebut delegasi Jawa Barat akan hadir penuh dengan total 52 orang. Jumlah itu terdiri dari 50 perwakilan kabupaten dan kota, ditambah dirinya dan sekretaris pengurus wilayah.

Jabar datang lengkap, bahkan siap tambah penggembira

KH Ahmad mengatakan Jawa Barat juga siap menambah penggembira bila panitia membutuhkan suasana yang lebih ramai. Sikap itu memperlihatkan bahwa kader Al Washliyah di Jabar disebut cukup banyak dan solid.

Kehadiran penuh delegasi ini sekaligus menunjukkan besarnya perhatian Jabar terhadap arah organisasi ke depan. Bagi wilayah tersebut, muktamar bukan hanya agenda rutin, tetapi juga momen untuk mendorong penguatan organisasi di daerah.

Usulan kampus jadi titik tekan utama

Di antara berbagai agenda, pendirian Perguruan Tinggi Al Washliyah menjadi usulan yang paling disorot oleh Jabar. KH Ahmad menilai perhatian pusat terhadap pendidikan di Jawa Barat belum sebanding dengan perkembangan Al Washliyah di daerah.

Ia menegaskan bahwa pendirian perguruan tinggi merupakan domain pusat. Karena itu, ia berharap ada Universitas Al Washliyah di Jawa Barat agar posisi organisasi semakin diperhitungkan.

Jabar membandingkan diri dengan ormas lain

KH Ahmad membandingkan situasi Al Washliyah dengan organisasi Islam lain di Jawa Barat. Menurut dia, NU, Persis, dan Muhammadiyah sudah memiliki banyak kampus di provinsi itu, sementara Al Washliyah belum.

Bagi Jabar, kehadiran kampus bukan sekadar simbol kelembagaan. Kampus dinilai bisa memperkuat daya tawar organisasi sekaligus memperluas peran Al Washliyah di bidang pendidikan.

Organisasi Posisi di Jawa Barat Keterangan
NU Sudah memiliki banyak kampus Disebut sebagai pembanding oleh KH Ahmad
Persis Sudah memiliki banyak kampus Disebut sebagai pembanding oleh KH Ahmad
Muhammadiyah Sudah memiliki banyak kampus Disebut sebagai pembanding oleh KH Ahmad
Al Washliyah Belum memiliki kampus di Jabar Jadi usulan utama menuju muktamar

Cirebon dan Indramayu jadi opsi lokasi

Untuk urusan tempat, Pengurus Wilayah Al Washliyah Jabar disebut sudah menyiapkan beberapa opsi. Dua daerah yang dinilai potensial adalah Cirebon dan Indramayu.

KH Ahmad mengatakan kedua wilayah itu punya calon mahasiswa yang banyak. Modal itu membuat usulan kampus tidak berhenti di level gagasan, tetapi diharapkan bisa menjadi langkah nyata untuk memperkuat jaringan pendidikan Al Washliyah di daerah.

Sikap terbuka terhadap kepemimpinan pusat

Selain menyuarakan dorongan pendidikan, KH Ahmad juga mengapresiasi kepengurusan PB saat ini. Ia menilai Al Washliyah berkembang sangat baik di bawah Ketua Umum KH Masyhuril Khamis dan telah merata di 38 provinsi.

Namun, ia menegaskan tidak mempermasalahkan siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua umum. Menurut dia, yang terpilih tentu yang terbaik, dan ia siap bekerja sama serta membantu di tingkat pusat maupun wilayah.

Dengan semangat itu, Jawa Barat datang ke muktamar bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai wilayah yang ingin membawa agenda konkret. Bagi mereka, kampus Al Washliyah di Cirebon atau Indramayu menjadi salah satu langkah penting agar organisasi punya pijakan lebih kuat di daerah.

Source: www.parahyangan-post.com
Terbaru