itel Power 80 Tawarkan Baterai 7.000 mAh, Tapi Ada Kompromi Besar di Layar dan Penyimpanan

itel Power 80 langsung menonjol di kelas entry-level karena membawa baterai 7.000 mAh, perlindungan fisik yang kuat, dan harga Rp2.399.000. Namun, daya tahan yang besar itu datang bersama sejumlah kompromi yang cukup terasa untuk pemakaian harian.

Ponsel ini terlihat dirancang untuk pengguna yang lebih butuh ketahanan daripada tampilan mewah atau performa tinggi. Di atas kertas, kombinasi baterai besar, sertifikasi tahan air, dan standar militer membuatnya berbeda dari banyak ponsel lain di kelas harga yang sama.

Fokus Utama Ada di Daya Tahan

Keunggulan terbesar itel Power 80 ada pada baterai berbasis Silikon Karbon berkapasitas 7.000 mAh. itel menyebut kapasitas itu mampu memberi waktu siaga hingga 67,8 hari, sementara bodinya tetap dibuat setebal 8,5 mm.

Dari sisi ketahanan fisik, perangkat ini membawa sertifikasi IP68, IP69, dan MIL-STD-810H. Ponsel ini juga diklaim tahan rendaman air hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit, tahan semprotan air bertekanan tinggi 100 bar bersuhu 85°C, serta tahan benturan dari ketinggian 2 meter melalui SGS 5-Star Drop Protection.

Layar Besar, Tapi Masih HD Plus

Di bagian depan, itel Power 80 memakai layar 6,78 inci dengan refresh rate dinamis hingga 120 Hz. Ukuran ini cukup lega untuk scrolling dan menonton konten, tetapi resolusinya masih HD Plus.

Kondisi itu membuat ketajaman tampilannya tidak setinggi ponsel dengan panel beresolusi lebih tinggi. Untuk kelas harga ini, layar besar memang menarik, tetapi aspek detail visual masih menjadi titik kompromi yang perlu diterima pembeli.

KomponenSpesifikasiDampak
Resolusi layarHD Plus 720 × 1600 pikselKerapatan piksel lebih rendah pada layar 6,78 inci
StorageeMMC 5.1Loading aplikasi dan transfer data terasa lebih lambat
Charger18 WattIsi daya baterai 7.000 mAh memakan waktu lebih dari 2 jam
NFCTidak tersedia atau tidak disebutkanTidak bisa cek dan top-up saldo kartu tol elektronik secara instan

Performa Harian, Bukan Untuk Kebutuhan Berat

Untuk urusan tenaga, itel Power 80 ditenagai chipset Unisoc T7250 dan menjalankan Android 16 saat pertama kali dirilis. Kombinasi ini menempatkannya sebagai perangkat fungsional untuk kebutuhan dasar, bukan ponsel yang dibangun untuk game berat atau tugas intensif.

Penyimpanan yang masih memakai eMMC 5.1 juga ikut membatasi rasa gesit ketika membuka aplikasi atau memindahkan data. Sementara itu, pengisian 18 Watt terasa biasa saja untuk baterai sebesar 7.000 mAh, sehingga waktu pengisian tidak bisa dibilang singkat.

Kamera dan Target Pengguna

Bagian belakang ponsel ini menampilkan modul kamera dengan tiga lingkaran yang memberi kesan lebih premium. Namun, kamera yang benar-benar berfungsi penuh hanya sensor utama 50 MP, sementara dua lingkaran lainnya lebih bersifat kosmetik.

Dengan karakter seperti ini, itel Power 80 paling masuk akal untuk pengguna lapangan, pengemudi ojek online, atau siapa pun yang sering berada di lingkungan ekstrem. Bagi pembeli yang mencari layar lebih tajam, performa lebih kencang, atau pengisian cepat, pilihan lain di kelas harga yang sama tampak lebih relevan.

Terkait