Di tengah harga smartphone yang terus naik, Itel A90 masih bertahan sebagai salah satu opsi paling murah yang menarik dilirik pada 2026. Ponsel ini tetap dijual di kisaran Rp900 ribuan, dengan kondisi unit yang beragam mulai dari baru hingga bekas.
Yang membuatnya masih relevan bukan performanya untuk kerja berat, melainkan kombinasi harga dan fitur yang terasa lengkap di kelas entry-level. Untuk kebutuhan komunikasi, media sosial, belajar online, dan hiburan ringan, perangkat ini masih punya ruang pemakaian yang jelas.
Harga yang masih agresif di pasar
Saat pertama hadir di Indonesia, Itel A90 diposisikan sebagai smartphone entry-level dengan harga di bawah Rp1 juta. Varian 4GB/128GB sempat dijual mulai sekitar Rp970 ribuan, sementara opsi memori yang lebih besar dibanderol lebih tinggi.
Memasuki 2026, harga pasarnya menjadi lebih beragam karena dipengaruhi stok, lokasi penjual, kapasitas penyimpanan, dan kondisi unit. Di pasar Indonesia, rentang harganya masih tergolong kompetitif untuk kelas paling bawah.
| Varian Memori | Kisaran Harga Pasar |
|---|---|
| Itel A90 4GB/64GB | Rp900 ribu – Rp1 juta |
| Itel A90 4GB/128GB | Rp950 ribu – Rp1,1 juta |
| Itel A90 4GB/256GB | Rp1,2 juta – Rp1,3 juta |
Perbedaan harga itu membuat pembeli perlu lebih teliti sebelum memilih unit. Barang baru dan bekas tentu tidak selalu berada di level yang sama, terutama saat stok tidak merata.
Layar 90Hz dan baterai besar jadi penopang utama
Di bagian depan, Itel A90 membawa layar IPS LCD 6,6 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 90Hz. Kombinasi ini membuat aktivitas scrolling terasa lebih mulus dibanding layar standar 60Hz.
Itel juga mengklaim panelnya mampu mencapai kecerahan hingga 1.500 nits. Klaim tersebut membuat layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan, setidaknya dari sisi visibilitas dasar.
Di sektor daya, baterai 5.000 mAh menjadi salah satu nilai jual terkuatnya. Dukungan pengisian 15W melalui USB-C membuatnya tetap praktis untuk pemakaian harian.
Fitur yang masih pas untuk kebutuhan ringan
Untuk dapur pacu, Itel A90 memakai chipset Unisoc T7100 yang dipadukan dengan RAM 4GB dan Extended RAM virtual. Di Indonesia, pilihan memori internalnya tersedia dalam 64GB, 128GB, dan 256GB, serta masih bisa diperluas lewat microSD.
Di sektor kamera, ponsel ini dibekali kamera utama 13MP berbasis AI di belakang dan kamera depan 5MP dengan desain punch-hole. Susunan ini cukup untuk foto sederhana, video call, dan swafoto ringan.
Itel A90 juga sudah mengantongi sertifikasi IP54 yang memberi perlindungan terhadap debu dan cipratan air. Di sisi perangkat lunak, perangkat ini menjalankan Android 14 dengan antarmuka itel OS.
Masih masuk akal, tapi bukan untuk beban berat
Untuk WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, navigasi, hingga aplikasi perbankan, perangkat ini masih memadai. Namun untuk gaming modern, multitasking berat, atau pengolahan konten intensif, kemampuan Unisoc T7100 tetap memiliki batas.
Pengguna yang sering memainkan game populer dengan pengaturan grafis tinggi kemungkinan perlu naik kelas ke perangkat yang lebih mahal. Meski begitu, baterai besar, layar 90Hz, Android 14, dan IP54 membuat Itel A90 masih terlihat menonjol di segmen harga bawah Rp1 juta.
Pada 2026, Itel A90 memang bukan lagi ponsel yang menawarkan performa terbaik di kelasnya. Tetapi untuk komunikasi, belajar online, ponsel cadangan, atau kebutuhan orang tua dan anak sekolah, perangkat ini masih cukup relevan.






