Israel dan Hizbullah disebut telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Lebanon selatan. Kabar ini muncul di tengah upaya menjaga agar kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran tetap bertahan dan tidak memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Namun, hingga kabar itu beredar, belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak. Situasi ini membuat penghentian pertempuran di Lebanon selatan langsung dipandang sebagai salah satu penentu arah stabilitas kawasan.
Tekanan dari konflik yang meluas
Konflik di Lebanon selatan tidak berdiri sendiri karena terhubung dengan eskalasi yang lebih besar di kawasan. Bentrokan antara Hizbullah dan Israel terjadi setelah perang yang lebih luas pecah, lalu menambah tekanan terhadap jalur diplomasi yang sedang dibangun.
Mengutip AP, kesepakatan penghentian pertempuran itu disebut muncul setelah bentrokan keras yang menewaskan sedikitnya 47 orang di Lebanon dan empat tentara Israel. Angka korban itu menunjukkan betapa cepat konflik perbatasan berubah menjadi ancaman keamanan yang lebih besar.
Hubungan dengan kesepakatan AS-Iran
Perkembangan di Lebanon selatan juga terkait langsung dengan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Salah satu dampak yang disebut muncul dari kesepakatan itu adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi arus minyak dan gas alam dunia.
Langkah tersebut juga membuka jalan bagi dimulainya kembali pembicaraan soal program nuklir Iran. Isu ini menjadi salah satu pemicu utama serangan militer gabungan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) ke Teheran, sehingga setiap kemajuan diplomatik sangat bergantung pada kondisi lapangan.
Pembicaraan yang tertunda dan syarat yang belum selesai
Implementasi nota kesepahaman AS-Iran disebut ikut terhambat oleh pertempuran yang masih berlangsung di Lebanon. Situasi itu bahkan membuat pembicaraan antara Washington dan Teheran yang semula dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026) tertunda.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan mundur dari Lebanon selatan sampai ancaman terhadap keamanan Israel benar-benar berakhir. Hizbullah juga menyatakan tidak akan menghentikan serangan jika Israel tidak berkomitmen menarik pasukannya dari Lebanon.
Iran pun disebut menjadikan penarikan Israel sebagai salah satu syarat dalam kesepakatan yang lebih luas. Karena itu, kabar penghentian pertempuran di Lebanon selatan kini menjadi bagian penting dari diplomasi yang lebih besar, sekaligus ujian bagi upaya meredakan ketegangan di kawasan.
