Kedekatan Israel dan Argentina kembali mencuri perhatian setelah Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan untuk Argentina di Piala Dunia 2026. Dukungan itu ia kaitkan dengan Presiden Javier Milei, sosok yang disebutnya sebagai sahabat sekaligus salah satu pendukung terbesar Israel.
Di balik hubungan yang makin erat itu, ada sejarah panjang yang tidak sederhana. Argentina menyimpan komunitas Yahudi besar sekaligus jejak kelam pelarian tokoh Nazi yang membuat relasi kedua negara terasa kontras.
Hubungan Diplomatik yang Sudah Berlangsung Sejak 1949
Israel dan Argentina telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949, hanya setahun setelah Israel memproklamasikan kemerdekaannya. Kedekatan ini tidak hanya lahir dari jalur politik, tetapi juga dari keberadaan komunitas Yahudi yang besar di Argentina.
Negara di Amerika Selatan itu menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Amerika Latin dan juga komunitas Yahudi berbahasa Spanyol terbesar di dunia. Jumlahnya diperkirakan berada di kisaran 180.000 hingga 300.000 jiwa, dengan pusat utama di Buenos Aires.
Komunitas Yahudi yang Kuat di Argentina
Sebagian besar komunitas tersebut berasal dari kelompok Ashkenazi, sekitar 85%, sedangkan sekitar 15% lainnya merupakan Sephardim. Mereka tersebar tidak hanya di Buenos Aires, tetapi juga di Rosario, Córdoba, dan Santa Fe.
Keberadaan komunitas ini ikut membentuk warna sosial dan budaya Argentina. Salah satu contohnya adalah adanya gerai McDonald’s berlabel kosher yang disebut menjadi satu-satunya di Amerika Latin.
| Fakta Utama | Rincian |
|---|---|
| Awal hubungan diplomatik | 1949 |
| Perkiraan populasi Yahudi di Argentina | 180.000 hingga 300.000 jiwa |
| Komposisi terbesar | Ashkenazi sekitar 85% |
| Komposisi lainnya | Sephardim sekitar 15% |
| Pusat komunitas | Buenos Aires, Rosario, Córdoba, dan Santa Fe |
Bayang-Bayang Era Juan Perón
Namun, hubungan Argentina dengan Israel juga menyimpan sisi gelap. Pada era 1950-an saat dipimpin Presiden Juan Perón, Argentina menjadi tujuan pelarian sejumlah tokoh Nazi Jerman setelah Perang Dunia II berakhir.
Nama-nama yang pernah berada di Argentina antara lain Adolf Eichmann, salah satu tokoh utama Holocaust, Josef Mengele, dan mantan kapten SS Erich Priebke.
Penangkapan Eichmann Jadi Episode Penting
Adolf Eichmann kemudian ditangkap agen intelijen Israel, Mossad, di Buenos Aires pada 1960. Peristiwa itu menjadi salah satu episode paling terkenal dalam sejarah perburuan penjahat perang Nazi.
Sejumlah sumber yang dikutip BeritaSatu menyebut Argentina punya kepentingan ekonomi dalam menerima para petinggi Nazi. Kalangan pengusaha kaya keturunan Jerman juga disebut turut membantu pendanaan pelarian mereka.
Masih menurut laporan yang sama, para pemimpin Nazi disebut menjarah jutaan dolar dari orang-orang Yahudi yang mereka bunuh, lalu sebagian uang itu ikut dibawa ke Argentina. Hubungan Argentina dengan Jerman, Italia, dan Spanyol pada masa Perang Dunia II juga disebut dipengaruhi kedekatan budaya serta latar belakang etnis sebagian penduduknya.
Semakin Erat di Era Modern
Meski dibayangi sejarah rumit, hubungan Israel dan Argentina bergerak makin dekat setelah Perang Falkland pada 1982. Sejak itu, relasi bilateral kedua negara terus menguat dan kembali terlihat dalam era Javier Milei.
Milei secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Israel, termasuk dengan rencana memindahkan Kedutaan Besar Argentina ke Yerusalem. Sikap itu sejalan dengan pujian Netanyahu yang menyebut Milei sebagai “megabintang yang sebenarnya” dan “Teman terbesar Israel”.
Dari hubungan diplomatik yang dimulai pada 1949 hingga dukungan terbuka di era modern, kedekatan Israel dan Argentina dibentuk oleh politik, komunitas, dan sejarah panjang yang kompleks. Di saat yang sama, bayang-bayang masa lalu tetap menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari hubungan kedua negara.
