Apple memulai 2026 dengan posisi yang sangat nyaman di pasar smartphone global. iPhone 17 menjadi perangkat paling laris di dunia, dan dorongan besarnya datang dari kebutuhan pengguna yang makin sering menonton pertandingan, cuplikan gol, dan analisis berbasis AI lewat ponsel.
Momentum Piala Dunia FIFA 2026 ikut memperkuat tren itu. Saat jutaan orang mengikuti pertandingan dari layar kecil setiap hari, perangkat yang cepat, andal, dan kuat untuk konten beresolusi tinggi menjadi pilihan yang paling diburu.
iPhone 17 dan Dua Model Pro Masih Menguasai Kelas Premium
Di puncak daftar, iPhone 17 tampil sebagai model paling banyak diminati di berbagai wilayah. Ponsel ini disebut menawarkan performa tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, serta integrasi AI yang makin dalam di sistem operasinya.
Di bawahnya, iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro juga tetap menjadi andalan pengguna premium. Keduanya banyak dipilih oleh penggemar fotografi dan videografi berkat kemampuan kamera yang semakin mumpuni.
Dominasi Apple kian terasa setelah generasi iPhone terbaru membawa fitur kecerdasan buatan yang lebih canggih. Kemampuan pemrosesan videonya juga dinilai mendukung pengalaman menikmati pertandingan olahraga dengan kualitas tinggi.
Samsung Bertahan Lewat Galaxy A
Samsung masih menjaga daya saing lewat lini Galaxy A yang lebih terjangkau. Strategi itu membuat perusahaan asal Korea Selatan ini tetap punya tempat kuat di daftar ponsel terlaris dunia.
Model seperti Galaxy A07 4G, Galaxy A17 5G, Galaxy A56, Galaxy A36, hingga Galaxy A17 4G masuk jajaran perangkat dengan penjualan tertinggi. Daftar itu menunjukkan kelas menengah masih menjadi pasar yang sangat penting.
Laporan berbagai firma riset pasar juga menegaskan bahwa Apple dan Samsung masih menjadi dua nama terbesar dalam persaingan smartphone global. Keduanya menguasai sebagian besar posisi dalam daftar perangkat yang paling banyak dibeli konsumen tahun ini.
Xiaomi Masih Bertahan di Entry-Level
Di segmen bawah, Xiaomi masih mengandalkan Redmi A5 sebagai salah satu perangkat yang paling diminati. Ponsel ini memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya digerakkan oleh model premium.
Konsumen dengan kebutuhan harian tetap mencari perangkat murah yang fungsional dan cukup andal. Karena itu, segmen entry-level masih punya ruang besar di tengah dominasi ponsel kelas atas.
Pasar Terbelah Dua Arah
Gambaran pasar smartphone global saat ini semakin jelas: ada permintaan kuat untuk perangkat premium, dan ada pula kebutuhan stabil untuk ponsel ekonomis. Satu sisi didorong oleh olahraga, AI, dan hiburan digital, sementara sisi lain fokus pada fungsi harian dan harga yang lebih ramah.
Kondisi itu membuat ponsel premium dan kelas menengah sama-sama mencatat lonjakan popularitas sepanjang paruh pertama 2026. Streaming pertandingan, akses statistik real-time, dan penggunaan fitur AI yang makin masif ikut memperkuat tren tersebut.
Dengan pola permintaan seperti ini, smartphone berperforma tinggi dan baterai tahan lama menjadi pilihan utama banyak pengguna. Persaingan Apple, Samsung, dan Xiaomi diperkirakan masih terus berlanjut hingga akhir 2026, meski untuk saat ini Apple masih memegang mahkota di pasar smartphone global.







