Harga iPhone di iBox sepanjang paruh pertama 2026 bergerak ke dua arah yang berlawanan. Model tertentu turun tajam untuk menghabiskan stok lama, sementara seri premium terbaru justru naik karena permintaan yang kuat.
Perbandingan harga ritel per 1 Juli 2026 dengan posisi awal tahun pada 1 Januari 2026 paling jelas terlihat pada iPhone 16e dan iPhone 17 Pro Max. Pola ini menunjukkan pasar premium Apple di Indonesia masih sangat dipengaruhi stok, promo, dan minat pada kapasitas tertentu.
iPhone 16e jadi yang paling terpukul
Varian iPhone 16e 128GB mencatat penurunan paling mencolok. Harganya turun dari Rp11.749.000 pada Januari menjadi Rp8.999.000 per Juli, setelah sempat terkoreksi bertahap termasuk pada Juni.
Penurunan yang lebih dalam terjadi pada iPhone 16e 512GB, yang merosot Rp4.750.000 selama enam bulan terakhir. Koreksi tajam ini mengarah pada strategi distributor untuk menarik pembeli yang mengincar memori besar dengan banderol yang lebih masuk akal.
| Model | Harga 1 Januari 2026 | Harga 1 Juli 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| iPhone 16e 128GB | Rp11.749.000 | Rp8.999.000 | Turun tajam |
| iPhone 16e 512GB | Tidak disebutkan | Tidak disebutkan | Turun Rp4.750.000 |
Model reguler tidak semuanya ikut turun
iPhone 16 standar 128GB justru naik menjadi Rp15.499.000 setelah masa diskon besar di awal tahun berakhir. Kondisi ini memperlihatkan bahwa harga ritel bisa berubah seiring habisnya program promo dan penyesuaian stok.
Di sisi lain, iPhone 17 Pro Max 256GB juga bergerak naik menjadi Rp26.249.000 per Juli dari Rp25.749.000 pada awal tahun. Kenaikan itu menempatkan model premium terbaru tersebut di level harga yang lebih tinggi dibandingkan awal 2026.
| Model | Harga 1 Januari 2026 | Harga 1 Juli 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| iPhone 16 128GB | Tidak disebutkan | Rp15.499.000 | Naik |
| iPhone 17 Pro Max 256GB | Rp25.749.000 | Rp26.249.000 | Naik Rp500.000 |
Varian tertinggi ikut terdorong permintaan
Untuk kapasitas 1TB dan 2TB di lini iPhone 17 Pro Max, harga juga tercatat naik sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Pergerakan ini berkaitan dengan tingginya permintaan pasar terhadap perangkat dengan spesifikasi tertinggi.
Segmen atas masih menunjukkan daya tarik kuat di pasar domestik. Di saat yang sama, konsumen yang lebih sensitif terhadap harga tampak lebih tertarik pada model tahun lalu yang sedang turun karena sisa stok.
Penyesuaian harga sepanjang semester pertama 2026 mencerminkan strategi manajemen saluran distribusi untuk menguras stok lama sekaligus menyeimbangkan portofolio produk. Di pasar seperti Indonesia, langkah seperti ini kerap membuat jarak harga antara model lama dan seri terbaru makin lebar.
Insentif harga tetap menjadi faktor penting dalam keputusan belanja smartphone premium. Bagi pembeli yang mengejar fungsi utama, model yang lebih lama dengan harga turun masih terlihat paling menarik di tengah pergerakan harga yang tidak seragam ini.
