Hyundai bersiap membawa Ioniq 3 ke Indonesia dan langkah ini bisa mengubah persaingan di segmen hatchback listrik. Model ini bakal menjadi Ioniq paling kecil yang ditawarkan Hyundai di Indonesia sekaligus menandai masuknya hatchback pertama merek asal Korea Selatan itu setelah lama fokus ke SUV, MPV, dan sedan.
Kehadiran Ioniq 3 menarik perhatian karena pasar hatchback listrik mulai dipenuhi model ramah lingkungan dengan karakter berbeda. Hyundai sudah memperkenalkan model ini ke publik sekitar bulan April lalu, lalu menyiapkannya untuk tampil di GIIAS 2026.
Desain futuristik dengan sentuhan sporty
Dari sisi tampilan, Ioniq 3 membawa bahasa desain modern dan futuristik. Lampu depan LED DRL dibuat tipis dan terpisah, dengan bentuk yang disebut mirip DRL Kona generasi kedua.
Kesan sporty ikut diperkuat oleh pelek 5-spoke dan bodi hatchback yang tetap agresif. Hyundai juga memakai konsep “Aero Hatch” untuk menjaga efisiensi aerodinamika tanpa mengorbankan ruang kabin.
Meski berformat hatchback, siluet bodinya masih menampilkan sentuhan ala SUV. Karakter itu membuat Ioniq 3 terlihat berbeda dari banyak hatchback listrik lain yang biasanya bermain aman di urusan desain.
Kabin lega untuk mobil kecil
Hyundai Ioniq 3 memakai platform E-GMP 400 volt. Platform yang sama juga digunakan Kia EV2, meski model itu dipasarkan sebagai SUV.
Di balik ukurannya yang tergolong kompak, Ioniq 3 diklaim sanggup menampung lima penumpang dengan nyaman. Lantai kabin yang datar membantu ruang kaki tetap lega, sementara kapasitas bagasinya mencapai 441 liter.
Bagasi itu terdiri dari ruang utama 322 liter dan kompartemen tambahan atau Megabox berukuran 119 liter. Di bagian depan, mobil ini sudah dibekali headunit 14,6 inci untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih modern.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Platform | E-GMP 400 volt |
| Kapasitas Penumpang | 5 orang |
| Kapasitas Bagasi | 441 liter |
| Bagasi Utama | 322 liter |
| Megabox | 119 liter |
| Headunit | 14,6 inci |
Fitur digital dan keselamatan yang cukup lengkap
Ioniq 3 juga membawa sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android. Hyundai menyebut model ini sebagai mobil pertama mereka yang mendapat fitur tersebut.
Untuk keselamatan, Hyundai SmartSense menjadi paket andalan. Daftarnya mencakup remote smart parking assist, 7 airbag, surround view monitor, blind-spot view monitor, hingga highway driving assist 2 sebagai fitur standar.
Namun, tidak semua fitur itu kemungkinan hadir di seluruh varian. Ada peluang beberapa teknologi hanya tersedia di trim tertinggi, mengikuti pola penawaran yang umum dipakai pabrikan mobil modern.
| Fitur Penting | Rincian |
|---|---|
| Infotainment | Pleos Connect berbasis Android |
| Paket Keselamatan | Hyundai SmartSense |
| Fitur Keselamatan | Remote smart parking assist, 7 airbag, surround view monitor, blind-spot view monitor, highway driving assist 2 |
Dua opsi baterai untuk kebutuhan harian
Hyundai menyiapkan dua pilihan baterai untuk Ioniq 3, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuh masing-masing disebut mencapai 344 km dan 496 km.
Di atas kertas, jarak itu memang tidak terlalu besar untuk sebuah hatchback listrik. Meski begitu, angkanya masih dinilai cukup untuk kebutuhan harian hingga perjalanan luar kota.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 147 ps dengan torsi 250 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 170 km/jam, sementara akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 9 detik.
| Opsi | Detail |
|---|---|
| Baterai 1 | 42,2 kWh, jarak tempuh 344 km |
| Baterai 2 | 61 kWh, jarak tempuh 496 km |
| Motor Listrik | 147 ps, torsi 250 Nm |
| Kecepatan Maksimal | 170 km/jam |
| 0-100 km/jam | 9 detik |
Indonesia masih menunggu kepastian produksi
Hyundai disebut ingin membawa Ioniq 3 ke Indonesia, tetapi model ini belum bisa diproduksi hingga tahun depan. Rencananya, Ioniq 3 akan dirakit di pabrik Hyundai di Turki.
Di sisi lain, Hyundai masih membuka peluang perakitan lokal di Indonesia seperti yang dilakukan pada Ioniq 5. Keputusan itu tampaknya akan sangat bergantung pada respons pasar dan jumlah pesanan ketika penjualan dimulai.
Langkah ini penting karena persaingan hatchback BEV di Indonesia sudah semakin padat. Geely EX2 dan Chery Q disebut punya pendekatan desain yang lebih elegan, sedangkan BYD Atto 1 lebih dekat ke karakter sporty yang juga dibawa Ioniq 3.
Jika ingin bersaing di segmen tersebut, Hyundai perlu menawarkan harga yang terjangkau. Tanpa perakitan lokal, posisi Ioniq 3 bisa menjadi lebih berat saat berhadapan dengan rival yang sudah lebih dulu membidik pasar hatchback listrik.
