Inter Milan akhirnya mengunci scudetto ke-21 setelah menundukkan Parma 2-0 pada pekan ke-35 Serie A 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Hasil itu memastikan posisi Nerazzurri di puncak klasemen tidak lagi terkejar.
Kemenangan ini membuat persaingan juara selesai lebih cepat, meski kompetisi masih menyisakan pertandingan bagi para pesaing. Inter kini mengoleksi 82 poin dari 35 laga dan unggul jauh atas Napoli di peringkat kedua.
Tekanan sejak awal
Inter langsung mengambil inisiatif serangan karena hanya membutuhkan kemenangan untuk memastikan gelar. Parma sempat memberi ancaman lebih dulu melalui sundulan Enrico Delprato, tetapi bola melambung tipis di atas mistar.
Tekanan tinggi Inter membuat Parma lebih banyak bertahan sepanjang babak pertama. Kebuntuan akhirnya pecah pada masa tambahan melalui Marcus Thuram, yang mencetak gol pada menit ke-45+1 setelah menerima umpan Piotr Zielinski.
Dominasi berlanjut di babak kedua
Selepas jeda, Inter tetap menjaga kendali permainan. Parma masih berusaha menahan tekanan, sementara peluang Denzel Dumfries belum menghasilkan gol karena tembakannya melambung di atas gawang.
Gol kedua baru lahir pada menit ke-80 lewat Henrikh Mkhitaryan. Gelandang yang pernah memperkuat Manchester United itu menuntaskan umpan Lautaro Martinez untuk membawa Inter unggul 2-0.
Skor tersebut bertahan hingga laga usai dan memastikan malam perayaan di Giuseppe Meazza. Para pemain dan suporter merayakan keberhasilan klub mempertahankan konsistensi sepanjang musim.
Parma belum terseret bahaya
Bagi Parma, kekalahan ini tidak mengubah posisi mereka di klasemen. Mereka tetap berada di peringkat 12 dengan 42 poin.
Parma masih unggul 14 angka dari zona degradasi, sehingga hasil di Milan belum langsung mengancam posisi mereka. Namun, laga ini tetap menjadi bukti betapa Inter tampil dominan ketika berada di momen penentuan gelar.
Scudetto ini menjadi gelar Serie A ke-21 dalam sejarah Inter dan menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama di musim ini. Keberhasilan itu lahir dari kemenangan yang tercipta lewat kerja tim, pressing agresif, dan penyelesaian akhir yang efektif pada momen penting.
Source: www.beritasatu.com