Inter Milan Kunci Scudetto Ke-21 Di San Siro, Napoli Tak Lagi Bisa Mengejar

Inter Milan akhirnya memastikan Scudetto ke-21 di kandang sendiri setelah menaklukkan Parma 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin, 4 Mei 2026 dini hari WIB. Hasil itu membuat Napoli di posisi kedua tak lagi bisa mengejar dan menutup persaingan gelar Serie A musim 2025/2026 lebih cepat.

Kepastian juara ini menegaskan konsistensi Inter sepanjang musim. Tim asuhan Cristian Chivu menjaga ritme sejak awal dan membangun keunggulan yang tidak lagi terkejar saat kompetisi masih menyisakan laga.

Gol penentu di San Siro

Inter membuka jalan menuju gelar lewat Marcus Thuram. Henrikh Mkhitaryan kemudian menggandakan keunggulan menjelang akhir laga, memastikan tiga poin tetap tinggal di Milan.

Dua gol itu bukan hanya memberi kemenangan atas Parma. Skor 2-0 juga memastikan Inter mengunci takhta juara dengan keunggulan poin yang sudah mustahil disamakan Napoli.

Napoli tertinggal di momen krusial

Napoli sempat menjaga persaingan di papan atas klasemen. Namun kemenangan Inter membuat posisi mereka tidak lagi cukup untuk membalik keadaan, sehingga perebutan Scudetto selesai sebelum musim rampung.

Situasi ini menegaskan betapa stabilnya Inter dalam menjaga hasil. Mereka tidak menunggu rival terpeleset di pekan akhir, melainkan menuntaskan urusan gelar dengan performa yang rapi dan efektif.

Euforia langsung menyebar di Milan

Begitu gelar dipastikan, ribuan pendukung Inter turun ke jalan di berbagai titik kota Milan. Perayaan berlangsung cepat dan ramai, menunjukkan besarnya arti Scudetto ke-21 bagi klub dan para suporter.

Suasana di San Siro berubah menjadi pesta besar setelah peluit akhir berbunyi. Gelar ini juga menambah daftar pencapaian penting Inter di kompetisi domestik dan memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Italia.

Thuram ikut jadi perhatian

Di tengah perayaan, Marcus Thuram mencuri sorotan lewat unggahan di media sosial. Penyerang asal Prancis itu menirukan pose ikonik Kobe Bryant saat merayakan gelar juara bersama Los Angeles Lakers pada 2001.

Aksinya langsung ramai dibahas oleh komunitas penggemar olahraga. Momen itu menambah warna dalam euforia Inter yang sudah memuncak sejak kemenangan atas Parma memastikan gelar.

Musim yang ditutup dengan meyakinkan

Scudetto ini menjadi bukti bahwa Inter mampu menjaga standar permainan dari awal sampai akhir musim 2025/2026. Mereka tidak hanya menang pada laga penentu, tetapi juga membangun keunggulan yang membuat perebutan gelar selesai lebih cepat.

Bagi Inter, kemenangan di Giuseppe Meazza menjadi penutup sempurna dari perjalanan menuju juara. Mereka menegaskan status sebagai pemilik gelar dengan cara yang meyakinkan dan tanpa harus menunggu hasil tim lain.

Exit mobile version