Instagram akhirnya memberi pengguna kendali yang lebih besar atas tampilan profil mereka. Foto dan video di grid profil kini bisa disusun ulang tanpa harus mengikuti urutan unggahan terbaru ke yang terlama.
Perubahan ini langsung menyentuh salah satu ciri paling dikenal dari Instagram, yaitu susunan konten yang selama ini bersifat kronologis. Bagi pengguna yang peduli estetika feed, fitur baru ini membuka cara baru untuk membentuk wajah profil agar terlihat lebih rapi dan terkonsep.
Cara kerja susun ulang grid
Dalam demo yang dibagikan Instagram lewat unggahan video dari akun resminya di X, pengguna cukup menekan lama salah satu gambar di halaman profil. Setelah itu, opsi untuk menyusun ulang grid akan muncul di atas alat “adjust preview”.
Ketika opsi itu dipilih, pengguna akan masuk ke halaman terpisah untuk mengatur posisi konten. Foto lalu bisa dipindahkan dengan metode drag and drop ke samping, atas, atau bawah postingan lain.
Pendekatan ini membuat pengaturan tampilan profil terasa lebih visual dan langsung. Pengguna bisa menyesuaikan komposisi feed satu per satu sampai susunannya sesuai dengan keinginan.
Meski demikian, grid ini diperkirakan tetap menghormati postingan yang sebelumnya sudah dipin di bagian atas profil. Artinya, fitur susun ulang tampaknya tidak akan mengubah struktur pin post yang sudah ada.
Lebih fleksibel untuk kreator dan akun visual
Fitur ini berpotensi sangat membantu pengguna dengan jadwal unggah yang padat. Mereka tidak lagi harus terlalu khawatir soal urutan publikasi ketika ingin menjaga tampilan profil tetap konsisten.
Manfaatnya juga terasa bagi pengguna yang membangun feed sebagai satu tampilan besar dari beberapa postingan terpisah. Sebelumnya, mereka perlu sangat berhati-hati saat mengunggah agar orientasi grid tidak berantakan.
Dengan opsi susun ulang, unggahan bisa dilakukan lebih fleksibel karena penyesuaian susunan dapat dikerjakan setelah konten tayang. Hal ini memberi ruang lebih besar bagi kreator visual, pelaku usaha, dan akun portofolio yang memakai profil sebagai etalase.
Bagi sebagian pengguna, perubahan ini juga bisa mengurangi tekanan saat memublikasikan konten. Fokus bisa diarahkan ke unggahan dulu, lalu tampilan profil dirapikan belakangan melalui pengaturan grid.
Respons yang tidak sepenuhnya positif
Meski terdengar menarik, tidak semua pengguna menyambut fitur ini dengan antusias. Di kolom tanggapan pada pengumuman tersebut, keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan hilangnya makna urutan waktu di profil.
Banyak yang menilai fitur ini mengganggu konsep dasar feed Instagram yang selama bertahun-tahun menampilkan postingan dari yang terbaru ke yang terlama. Jika susunan visual bisa diubah bebas, profil dianggap tak lagi mencerminkan alur waktu unggahan secara alami.
Perdebatan itu menunjukkan adanya benturan antara dua kebutuhan yang berbeda. Di satu sisi ada pengguna yang menginginkan kebebasan kreatif penuh, sementara di sisi lain ada yang lebih menyukai keteraturan kronologis sebagai standar lama platform.
Perubahan pada tampilan profil juga memperlihatkan bahwa detail kecil bisa berdampak besar pada cara orang memakai Instagram. Bagi sebagian pengguna, feed adalah ruang ekspresi visual, sedangkan bagi yang lain feed adalah arsip perjalanan konten.
Peluncuran dimulai pekan ini
Instagram menyebut fitur ini akan mulai digulirkan pekan ini. Itu berarti sebagian pengguna bisa mendapatkannya sebelum 13 Juni 2026, tergantung distribusi pembaruan di masing-masing akun dan perangkat.
Pengguna yang menantikan fitur ini disarankan memantau pembaruan aplikasi di Play Store dan App Store. Belum ada konfirmasi bahwa fitur tersebut dibatasi untuk langganan tertentu, sementara harapannya kemampuan susun ulang grid bisa tersedia lebih luas.
Jika peluncurannya berjalan sesuai rencana, perubahan ini bisa menjadi salah satu pembaruan profil paling signifikan di Instagram. Bukan karena menambah format konten baru, melainkan karena mengubah cara lama pengguna membangun identitas visual di halaman profil.
Source: gadgets.beebom.com






