
Infinix kembali mengincar pasar tablet menengah lewat Infinix Pad 5G 2026, sebuah perangkat yang menonjol karena membawa 5G dan layar 120Hz ke kelas harga terjangkau. Kombinasi ini membuat tablet tersebut langsung relevan bagi pengguna yang butuh perangkat kerja ringan tanpa harus naik ke kelas flagship.
Posisinya juga jelas sebagai pengganti tablet lama yang mulai tertinggal dari sisi responsivitas dan konektivitas. Di tengah kebutuhan kerja hybrid, kelas daring, dan konsumsi media yang terus meningkat, model seperti ini punya peluang besar menarik perhatian mahasiswa dan pekerja remote.
Layar 120Hz untuk mobilitas dan produktivitas
Salah satu daya tarik utama tablet ini ada pada layar 120Hz. Refresh rate tinggi membuat scrolling terasa lebih mulus dan multitasking terasa lebih nyaman saat membuka banyak aplikasi.
Ukuran layar yang disebut berada di kisaran 11–12 inci juga mendukung skenario kerja dan hiburan. Dimensi itu cukup luas untuk membaca dokumen, mengikuti kelas online, atau melakukan editing ringan, tetapi masih masuk akal dibawa bepergian.
Dibanding panel 60Hz yang masih umum di tablet lama, pengalaman visual seperti ini terasa lebih responsif. Bagi pengguna yang sering berpindah aplikasi, peningkatan ini bisa langsung terasa dalam pemakaian harian.
5G jadi pembeda di kelas budget
Nilai jual paling menonjol dari Infinix Pad 5G 2026 ada pada dukungan 5G. Fitur ini memberi akses internet yang lebih fleksibel saat pengguna tidak bergantung pada WiFi publik atau jaringan rumah.
Bagi mahasiswa dan pekerja remote, koneksi seperti ini penting untuk mengirim file, menghadiri rapat online, dan mengakses materi belajar di luar rumah. Infinix juga menyertakan WiFi dual-band untuk melengkapi kebutuhan koneksi harian.
Strategi ini terlihat agresif karena langsung menyasar kebutuhan praktis, bukan sekadar menjual tablet untuk hiburan. Infinix tampak ingin mendorong perangkat ini sebagai alat kerja yang tetap terjangkau.
Baterai besar untuk pemakaian panjang
Selain konektivitas dan layar, daya tahan baterai juga menjadi fokus utama. Infinix menyiapkan baterai berkapasitas besar dengan dukungan fast charging agar tablet tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang.
Arah produk ini juga menekankan multitasking. Tablet diarahkan agar tetap responsif saat dipakai berpindah aplikasi, meeting online, atau mengerjakan produktivitas ringan dalam satu perangkat.
Pendekatan itu sejalan dengan tren tablet 2026 yang makin bergeser ke perangkat berorientasi produktivitas. Tablet tidak lagi hanya dipandang sebagai layar konsumsi konten, tetapi juga sebagai perangkat kerja yang harus efisien.
Harga tetap jadi senjata utama
Dari sisi banderol, Infinix Pad 5G 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5,5 juta, tergantung varian dan pasar regional Indonesia. Rentang ini menjaga posisinya di jalur tablet budget yang menyasar pengguna luas.
Dengan kombinasi 5G, layar 120Hz, dan fokus pada pemakaian harian, tablet ini diposisikan sebagai opsi upgrade yang terasa nyata. Pengguna tablet lama dengan koneksi 4G atau layar 60Hz berpotensi merasakan peningkatan langsung pada respons, stabilitas koneksi, dan kualitas tampilan.
Analis industri perangkat mobile menilai strategi seperti ini cukup kuat karena berada di titik temu antara harga dan performa. Namun, keberhasilan akhirnya tetap bergantung pada optimalisasi software dan efisiensi chipset saat dipakai dalam jangka panjang.





