Dua HP gaming menengah kini saling berhadapan dengan karakter yang sangat berbeda. Infinix GT 50 Pro terlihat lebih lengkap dan lebih kencang di atas kertas, sementara nubia Neo 5 GT justru mencuri perhatian lewat pengisian daya yang lebih cepat dan kipas pendingin internal.
Persaingan ini menarik karena keduanya sama-sama membawa layar AMOLED 144Hz, speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, dan sertifikasi IP64. Namun, arah pengembangannya tidak sama, sehingga pilihan akhirnya bergantung pada apakah pembeli lebih mengejar performa, kamera, atau sistem pendinginan.
Layar gaming yang mirip, desain yang berbeda
Infinix GT 50 Pro memakai layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1208 x 2644 piksel, refresh rate 144Hz, dan kecerahan puncak 4500 nit. Bagian layarnya juga dilindungi Gorilla Glass 7i, sementara punggungnya memakai modul kapsul untuk dua kamera vertikal.
nubia Neo 5 GT datang dengan layar AMOLED 6,8 inci, resolusi 1224 x 2720 piksel, refresh rate 144Hz, dan kecerahan puncak 4500 nit. Di bagian belakang, dua kameranya dibuat rata dengan bodi, sehingga tampil lebih sederhana dibandingkan Infinix.
Keduanya sama-sama menegaskan identitas gaming lewat shoulder trigger dan lampu LED yang bisa menyala. Infinix tampil lebih berani lewat area transparan di sisi bawah punggung, sedangkan nubia memilih bodi yang lebih rata dan kalem.
Kamera jadi pembeda yang paling terasa
Di sektor kamera, Infinix GT 50 Pro punya susunan yang lebih lengkap. Ponsel ini membawa kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultrawide 8MP dengan auto focus, dan kamera depan 13MP.
nubia Neo 5 GT mengandalkan kamera utama 50MP, kamera depth 2MP, dan kamera depan 16MP. Kamera utamanya tidak dibekali OIS, sehingga hasil video disebut kurang stabil dibandingkan milik Infinix.
Kombinasi itu membuat Infinix lebih menarik untuk pengguna yang ingin satu perangkat untuk gaming sekaligus fotografi harian. Kehadiran ultrawide dengan auto focus memberi fleksibilitas lebih besar saat memotret.
Performa dan kapasitas simpan
Di dapur pacu, Infinix GT 50 Pro memakai MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chip ini berada di atas Dimensity 7400 yang dipakai nubia Neo 5 GT, sehingga ruang performanya lebih besar di atas kertas.
Keduanya sama-sama hadir dalam dua varian RAM dan memori internal. Namun, Infinix menawarkan pilihan penyimpanan hingga 512GB, sedangkan nubia hanya sampai 256GB.
Bagi gamer yang memasang banyak game berukuran besar, ruang simpan menjadi faktor penting. Pada bagian ini, Infinix kembali unggul karena memberi ruang yang lebih longgar untuk kebutuhan jangka panjang.
Baterai, pengisian daya, dan pendinginan
Infinix GT 50 Pro membawa baterai 6500 mAh dengan pengisian 45W via USB Type C. Ponsel ini juga mendukung pengisian nirkabel 30W, reverse wired charging 10W, reverse wireless charging 5W, dan bypass charging.
nubia Neo 5 GT memakai baterai 6210 mAh, tetapi mendukung pengisian 80W via USB Type C dan bypass charging. Artinya, nubia lebih cepat saat diisi ulang, sedangkan Infinix menawarkan opsi pengisian yang jauh lebih lengkap.
Bagian pendinginan menjadi senjata utama nubia Neo 5 GT. Ponsel ini membawa kipas pendingin di dalam bodi, sementara Infinix GT 50 Pro mengandalkan sistem pendinginan berbasis cairan dengan animasi yang terlihat di area transparan belakang.
Harga dan posisi di pasar
Infinix GT 50 Pro dijual Rp6,9 juta untuk varian 12/256GB dan Rp7,9 juta untuk varian 12/512GB. nubia Neo 5 GT dibanderol Rp6,4 juta untuk varian 8/256GB dan Rp6,9 juta untuk varian 12/256GB.
Menariknya, varian 12/256GB dari keduanya sama-sama berada di Rp6,9 juta. Di titik harga itu, Infinix GT 50 Pro lebih unggul pada performa, kamera, dan fitur baterai, sedangkan nubia Neo 5 GT menonjol lewat pengisian cepat dan kipas pendingin internal yang jadi ciri paling uniknya.
Source: www.idntimes.com





