Indonesia Center New York Disiapkan, Jalan Baru Bagi Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Indonesia bersiap memperkuat pijakan bisnisnya di Amerika Serikat lewat Indonesia Center New York, sebuah platform baru yang dirancang untuk mempertemukan investor, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan internasional. Inisiatif ini diposisikan sebagai pintu baru untuk promosi investasi, bisnis, ekonomi kreatif, dan budaya Indonesia di salah satu pusat bisnis dunia.

Langkah tersebut digerakkan melalui kolaborasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, vOffice InvestinAsia Group, dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau GEKRAFS. Ketiganya menandatangani Letter of Intent di vOffice Centennial Tower, Jakarta Selatan, sebagai dasar pengembangan ekosistem yang lebih terhubung dengan pasar global.

Diplomasi ekonomi dibuat lebih dekat ke pasar utama

Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, menilai Indonesia memiliki potensi besar di bidang ekonomi, budaya, dan kreativitas yang perlu ditampilkan secara lebih terpadu di tingkat internasional. Ia menegaskan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kehadiran Indonesia di Amerika Serikat melalui program yang menghubungkan banyak pihak.

Winanto juga berharap Indonesia Center New York bisa menjadi ruang yang memperkenalkan Indonesia secara lebih komprehensif. Menurut dia, platform itu dapat membuka peluang baru di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi.

Peran masing-masing pihak dibagi jelas

Dalam skema ini, KJRI New York akan fokus pada penguatan diplomasi ekonomi dan menjembatani hubungan dengan para pemangku kepentingan di Amerika Serikat. GEKRAFS akan mendorong promosi ekonomi kreatif Indonesia agar lebih dikenal di pasar global.

Sementara itu, vOffice InvestinAsia Group akan mendukung dari sisi layanan bisnis, investasi, legalitas, dan pengembangan usaha. Perusahaan tersebut menyebut telah membangun layanan itu selama lebih dari satu dekade untuk membantu pelaku usaha mengakses pasar yang lebih luas.

New York dipilih karena aksesnya strategis

Direktur vOffice InvestinAsia Group, Erwin Arivianto Soerjadi, mengatakan kebutuhan pelaku usaha Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global terus meningkat. Ia menilai New York merupakan salah satu pusat bisnis dan investasi paling strategis di dunia.

Erwin menyampaikan bahwa banyak perusahaan Indonesia sudah siap berkembang ke tingkat internasional, tetapi masih membutuhkan akses yang lebih luas terhadap jaringan bisnis, investor, dan peluang kolaborasi. Karena itu, Indonesia Center New York diharapkan menjadi titik temu berbagai peluang usaha dan investasi dalam satu platform yang lebih efektif.

Saat ini, vOffice InvestinAsia Group telah melayani lebih dari 50.000 klien dari berbagai negara. Jaringan perusahaan itu juga tersebar di lebih dari 40 lokasi di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk melalui InvestinAsia yang aktif membantu investor asing masuk ke Indonesia dan mendukung ekspansi perusahaan nasional ke pasar internasional.

Ekonomi kreatif diposisikan sebagai pintu ekspansi

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi cara penting untuk meningkatkan eksposur Indonesia di panggung global. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kreativitas, budaya, dan talenta yang besar.

Kawendra berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia memperoleh akses ke pasar internasional dan membangun jejaring global. Dukungan itu dinilai penting agar produk, karya, dan talenta Indonesia bisa tampil lebih kuat di luar negeri.

Penguatan nation branding ikut dibidik

Sandiaga Uno, yang duduk sebagai Advisory Committee vOffice InvestinAsia Group sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS, menilai kehadiran Indonesia di pusat-pusat ekonomi dunia perlu terus diperkuat. Ia menyoroti posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20.

Menurut Sandiaga, status tersebut perlu diikuti dengan platform promosi yang kuat dan berkelanjutan. Ia menyebut Indonesia Center New York diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan budaya, produk, talenta, dan peluang investasi Indonesia sekaligus memperkuat nation branding.

Ke depan, para pihak akan menjajaki sejumlah program kolaboratif, mulai dari promosi investasi, business matching, forum bisnis internasional, kegiatan networking, hingga pengembangan ekonomi kreatif. Seluruh agenda itu disiapkan untuk membuat Indonesia lebih terlihat di pasar Amerika Serikat dan memberi ruang lebih besar bagi ekspansi bisnis nasional.

Source: www.suara.com

Terkait