IHSG masih dibayangi risiko pelemahan pada pekan ini meski sempat menutup perdagangan Jumat lalu dengan kenaikan tipis. Sejumlah sentimen global dan domestik membuat arah pasar belum solid, sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap mixed.
Di tengah kondisi itu, sejumlah saham energi, tambang, perbankan, dan perkebunan masuk radar analis. Rekomendasi tersebut muncul saat pasar menimbang kekhawatiran geopolitik, pelemahan rupiah, dan derasnya aksi jual bersih investor asing.
Tekanan eksternal masih menahan sentimen
Pasar mencermati berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran serta pernyataan yang kembali menutup Selat Hormuz. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran harga minyak mentah bisa naik lagi dan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish lebih lama.
Dari dalam negeri, rupiah yang kembali menyentuh level Rp18.080 per dolar AS ikut membatasi optimisme pelaku pasar. Aksi jual bersih investor asing juga belum reda, dengan net sell sepekan mencapai Rp1,74 triliun dan sepanjang tahun ini menembus Rp75,6 triliun.
IHSG masih bergerak di area rawan
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan bergerak di rentang support 5.840 dan resistance 6.040. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana bahkan melihat indeks cenderung sideways dengan support 5.742 dan resistance 6.112.
Artinya, ruang penguatan tetap ada, tetapi pasar juga belum lepas dari tekanan jual. Arah indeks pekan ini masih akan sangat bergantung pada respons investor terhadap kabar eksternal dan arus dana asing di bursa.
Data BEI masih menunjukkan aktivitas yang hidup
Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 11,91 poin atau 0,20 persen ke level 5.924 pada Jumat (10/7). Secara mingguan, indeks juga menguat 0,83 persen setelah bergerak positif dalam empat hari dan melemah satu hari.
Periode 6 hingga 10 Juli 2026 juga ditutup dengan mayoritas indikator perdagangan yang membaik. Kapitalisasi pasar naik 0,51 persen dari Rp10.287 triliun menjadi Rp10.340 triliun, volume transaksi harian naik 16,83 persen, dan frekuensi transaksi harian melonjak 29,69 persen.
| Indikator | Perubahan | Keterangan |
|---|---|---|
| IHSG Jumat (10/7) | +11,91 poin atau 0,20% | Level 5.924 |
| Kapitalisasi pasar | +0,51% | Dari Rp10.287 triliun ke Rp10.340 triliun |
| Volume transaksi harian | +16,83% | Dari 17,54 miliar ke 20,49 miliar lembar |
| Nilai transaksi harian | -8,88% | Dari Rp11,27 triliun ke Rp10,27 triliun |
| Frekuensi transaksi harian | +29,69% | Dari 1,44 juta ke 1,87 juta kali |
Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru turun 8,88 persen dari Rp11,27 triliun menjadi Rp10,27 triliun. Pola ini menunjukkan aktivitas pasar masih ramai, tetapi kehati-hatian investor tetap terasa.
5 saham yang dipantau analis
Oktavianus Audi merekomendasikan ADRO dan TINS untuk dicermati. ADRO ditutup menguat 4,37 persen ke 2.390 pada pekan lalu dan diproyeksikan menuju 2.550, sedangkan TINS naik 3,27 persen ke 3.470 dan diperkirakan bergerak ke 4.010.
| Saham | Penutupan Pekan Lalu | Target | Analis |
|---|---|---|---|
| ADRO | 2.390 | 2.550 | Oktavianus Audi |
| TINS | 3.470 | 4.010 | Oktavianus Audi |
Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyoroti ARCI, BMRI, dan TAPG. ARCI ditutup menguat 4,71 persen ke 1.000 dan diproyeksikan menyentuh 1.225, BMRI naik 0,99 persen ke 4.080 dengan target 4.270, sementara TAPG menguat 0,98 persen ke 1.540 dan berpotensi menuju 1.700.
| Saham | Penutupan Pekan Lalu | Target | Analis |
|---|---|---|---|
| ARCI | 1.000 | 1.225 | Herditya Wicaksana |
| BMRI | 4.080 | 4.270 | Herditya Wicaksana |
| TAPG | 1.540 | 1.700 | Herditya Wicaksana |
Selain pergerakan harga, pasar juga akan menunggu risalah rapat The Fed, laporan keuangan emiten kuartal II 2026, data makroekonomi China, dan arah rupiah bersama harga komoditas global. Kombinasi faktor itu membuat pekan ini tetap jadi fase penting bagi investor yang mengincar peluang di tengah pasar yang belum benar-benar tenang.
Catatan redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Source: www.cnnindonesia.com






