IHSG Masih Rentan, 5 Saham Ini Masuk Radar Analis Pekan Ini

IHSG masih dibayangi risiko pelemahan pada pekan ini meski sempat menutup perdagangan Jumat lalu dengan kenaikan tipis. Sejumlah sentimen global dan domestik membuat arah pasar belum solid, sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap mixed.

Di tengah kondisi itu, sejumlah saham energi, tambang, perbankan, dan perkebunan masuk radar analis. Rekomendasi tersebut muncul saat pasar menimbang kekhawatiran geopolitik, pelemahan rupiah, dan derasnya aksi jual bersih investor asing.

Tekanan eksternal masih menahan sentimen

Pasar mencermati berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran serta pernyataan yang kembali menutup Selat Hormuz. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran harga minyak mentah bisa naik lagi dan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish lebih lama.

Dari dalam negeri, rupiah yang kembali menyentuh level Rp18.080 per dolar AS ikut membatasi optimisme pelaku pasar. Aksi jual bersih investor asing juga belum reda, dengan net sell sepekan mencapai Rp1,74 triliun dan sepanjang tahun ini menembus Rp75,6 triliun.

IHSG masih bergerak di area rawan

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan bergerak di rentang support 5.840 dan resistance 6.040. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana bahkan melihat indeks cenderung sideways dengan support 5.742 dan resistance 6.112.

Artinya, ruang penguatan tetap ada, tetapi pasar juga belum lepas dari tekanan jual. Arah indeks pekan ini masih akan sangat bergantung pada respons investor terhadap kabar eksternal dan arus dana asing di bursa.

Data BEI masih menunjukkan aktivitas yang hidup

Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 11,91 poin atau 0,20 persen ke level 5.924 pada Jumat (10/7). Secara mingguan, indeks juga menguat 0,83 persen setelah bergerak positif dalam empat hari dan melemah satu hari.

Periode 6 hingga 10 Juli 2026 juga ditutup dengan mayoritas indikator perdagangan yang membaik. Kapitalisasi pasar naik 0,51 persen dari Rp10.287 triliun menjadi Rp10.340 triliun, volume transaksi harian naik 16,83 persen, dan frekuensi transaksi harian melonjak 29,69 persen.

IndikatorPerubahanKeterangan
IHSG Jumat (10/7)+11,91 poin atau 0,20%Level 5.924
Kapitalisasi pasar+0,51%Dari Rp10.287 triliun ke Rp10.340 triliun
Volume transaksi harian+16,83%Dari 17,54 miliar ke 20,49 miliar lembar
Nilai transaksi harian-8,88%Dari Rp11,27 triliun ke Rp10,27 triliun
Frekuensi transaksi harian+29,69%Dari 1,44 juta ke 1,87 juta kali

Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru turun 8,88 persen dari Rp11,27 triliun menjadi Rp10,27 triliun. Pola ini menunjukkan aktivitas pasar masih ramai, tetapi kehati-hatian investor tetap terasa.

5 saham yang dipantau analis

Oktavianus Audi merekomendasikan ADRO dan TINS untuk dicermati. ADRO ditutup menguat 4,37 persen ke 2.390 pada pekan lalu dan diproyeksikan menuju 2.550, sedangkan TINS naik 3,27 persen ke 3.470 dan diperkirakan bergerak ke 4.010.

SahamPenutupan Pekan LaluTargetAnalis
ADRO2.3902.550Oktavianus Audi
TINS3.4704.010Oktavianus Audi

Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyoroti ARCI, BMRI, dan TAPG. ARCI ditutup menguat 4,71 persen ke 1.000 dan diproyeksikan menyentuh 1.225, BMRI naik 0,99 persen ke 4.080 dengan target 4.270, sementara TAPG menguat 0,98 persen ke 1.540 dan berpotensi menuju 1.700.

SahamPenutupan Pekan LaluTargetAnalis
ARCI1.0001.225Herditya Wicaksana
BMRI4.0804.270Herditya Wicaksana
TAPG1.5401.700Herditya Wicaksana

Selain pergerakan harga, pasar juga akan menunggu risalah rapat The Fed, laporan keuangan emiten kuartal II 2026, data makroekonomi China, dan arah rupiah bersama harga komoditas global. Kombinasi faktor itu membuat pekan ini tetap jadi fase penting bagi investor yang mengincar peluang di tengah pasar yang belum benar-benar tenang.

Catatan redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait