Idris Elba kembali menjadi sorotan setelah menolak anggapan bahwa James Bond harus dibuat “woke” agar tetap relevan. Aktor senior Inggris itu menilai 007 justru harus dipertahankan sebagai hiburan murni, bukan dipaksa mengikuti tren sosial politik.
Pernyataannya memantik kembali perdebatan lama tentang identitas tokoh Bond, terutama soal kemungkinan agen rahasia legendaris itu diperankan aktor kulit hitam. Dalam wawancara bersama GQ, Elba menyebut tidak semua pasar internasional akan langsung siap menerima perubahan semacam itu karena Bond sudah memiliki pakem yang sangat kuat di mata banyak penonton.
Bond dinilai terlalu ikonik untuk diubah paksa
Elba menegaskan bahwa James Bond adalah waralaba besar yang dikenal di seluruh dunia. Karena itu, ia menilai perubahan besar pada karakter itu tidak selalu akan diterima dengan cara yang sama oleh semua audiens.
Menurutnya, persoalan utama bukan semata soal warna kulit pemeran, melainkan soal persepsi budaya yang sudah melekat lama pada sosok 007. Ia berpendapat bahwa upaya menyesuaikan Bond dengan agenda tertentu justru berisiko mengganggu identitas asli tokoh tersebut.
Elba juga menilai kekuatan Bond ada pada sifatnya yang tidak terlalu realistis. Dari sudut pandangnya, elemen escapism adalah inti dari waralaba itu, sehingga sedikit unsur realitas masih bisa diterima, tetapi pemaksaan perubahan besar tidak sejalan dengan karakter dasarnya.
“Bond itu sangat tidak realistis,” kata Elba. Ia menambahkan bahwa karakter itu sebaiknya tetap dijaga apa adanya, tanpa dipakai sebagai sarana untuk menyenangkan semua pasar sekaligus.
Rumor Bond hitam sudah lama melekat pada Elba
Nama Elba sudah lama dikaitkan dengan kemungkinan menjadi pemeran 007. Meski kerap disebut sebagai kandidat kuat oleh penggemar, ia mengaku tidak pernah benar-benar masuk dalam bursa resmi.
Elba menyebut rumor tersebut tetap ia anggap sebagai bentuk kehormatan. Sikapnya itu sejalan dengan pernyataan sebelumnya yang menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi James Bond, meski spekulasi tentang dirinya bertahan dalam waktu lama.
Di luar perdebatan Bond, Elba juga sempat menyinggung perannya sebagai Man-At-Arms dalam film Masters of the Universe. Ia mengaku sempat ragu karena karakter animasi era 1980-an itu punya tampilan fisik yang sangat berbeda, termasuk kumis merah yang khas.
Dalam nada bercanda, ia mengatakan Man-At-Arms bisa berwarna apa saja. Elba juga menambahkan bahwa karakter itu bahkan punya kaki berwarna hijau, yang menurutnya menunjukkan bahwa adaptasi peran tidak harus dibatasi oleh tampilan lama semata.
Pencarian penerus Daniel Craig sudah dimulai
Di tengah perdebatan soal identitas 007, proses pencarian penerus Daniel Craig disebut sudah berjalan. Audisi tertutup dikabarkan telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir di bawah arahan Nina Gold, salah satu casting director terkemuka.
Amazon MGM Studios juga menyatakan antusiasme terhadap masa depan proyek James Bond berikutnya. Namun, studio belum membuka detail spesifik soal proses pemilihan pemeran dan meminta penggemar menunggu pengumuman resmi pada waktu yang tepat.
Film James Bond ke-26 disebut akan digarap oleh tim yang kuat. Denis Villeneuve dipercaya menyutradarai proyek ini, sementara naskahnya ditulis Steven Knight, kreator serial Peaky Blinders.
Sejumlah nama aktor Inggris juga mulai ramai dikaitkan dengan proyek tersebut, termasuk Callum Turner, Henry Cavill, dan Aaron Taylor-Johnson. Spekulasi itu membuat pembahasan soal Bond kembali ramai, bukan hanya soal siapa yang akan memerankan 007, tetapi juga soal bagaimana waralaba ini menjaga identitasnya di mata penonton dunia.
Source: mediaindonesia.com