Mentor Tak Lagi Harus di Lokasi, IBM Andalkan MR dan Agentic AI untuk Rakit Server

Pelatihan merakit server berukuran besar selama ini identik dengan perangkat fisik, ruang khusus, dan mentor yang harus hadir di lokasi. IBM menunjukkan pendekatan berbeda dengan memadukan Mixed Reality dan Agentic AI agar teknisi dapat belajar dari simulasi tiga dimensi, termasuk dari lokasi yang berbeda.

Model ini tidak hanya menargetkan kebutuhan pelatihan, tetapi juga pekerjaan inspeksi di lapangan yang sering mengharuskan teknisi membuka perintah kerja, panduan SOP, dan laporan secara bergantian. Melalui kacamata pintar serta panduan suara, sejumlah tugas dapat dijalankan tanpa teknisi terus-menerus memegang dokumen fisik.

Server Besar Dipindahkan ke Ruang Virtual

Dalam demonstrasi di IBM Industry 4.0 Studio, Changi Business Park, Singapura, peserta diperlihatkan model virtual server mainframe IBM z17. Rekaan 3D itu muncul di hadapan pengguna melalui kacamata imersif berbasis MR untuk mendukung proses belajar perakitan dan pemeliharaan.

Pendekatan virtual tersebut menjawab persoalan praktis saat perangkat keras berukuran besar sulit dipindahkan ke ruang pelatihan. Keterbatasan waktu mentor juga dapat menjadi hambatan karena pelatihan teknis biasanya membutuhkan pendampingan langsung dan penjelasan berulang.

Peserta tidak sekadar melihat model server, melainkan dapat berinteraksi dengan dua agen AI yang ditampilkan sebagai avatar robot. Interaksi dilakukan dengan suara untuk meminta penjelasan saat sesi latihan berlangsung.

Agen AILingkungan PenggunaanPeran dalam Demonstrasi
Product Engineering AgentSimulasi pelatihan IBM z17Avatar AI untuk interaksi suara peserta
Quality AgentSimulasi pelatihan IBM z17Avatar AI untuk interaksi suara peserta

Lewat percakapan suara, peserta dapat menanyakan fitur perangkat, mekanisme perakitan, dan prosedur inspeksi kualitas. Sistem juga dapat membantu mengakses informasi tentang statistik komponen yang ditolak dalam proses pemeriksaan.

Sesi pelatihan imersif ini dapat diakses dari jarak jauh oleh peserta di lokasi berbeda. Artinya, pembelajaran tidak harus selalu mengumpulkan teknisi di dekat server fisik yang digunakan sebagai objek latihan.

Panduan Kerja Tanpa Memegang Dokumen

Penerapan Agentic AI dalam demonstrasi IBM juga diarahkan untuk membantu teknisi yang melakukan pemeriksaan peralatan di lapangan. Teknologi tersebut dipadukan dengan kacamata pintar untuk menyampaikan instruksi secara bertahap melalui suara.

Teknisi dapat dipandu memeriksa tekanan pipa, mengecek tingkat oli, hingga mencatat kondisi fisik peralatan. Temuan seperti korosi juga dapat dimasukkan sebagai bagian dari pemeriksaan digital.

Alur kerja hands-free menjadi penting ketika pekerjaan dilakukan di lingkungan yang berisiko dan membutuhkan fokus pada objek di depan teknisi. Dengan panduan visual serta suara, perhatian tidak perlu terus terpecah antara peralatan, kertas perintah kerja, dan buku SOP.

Hasil inspeksi dapat dicatat ke dalam sistem bersamaan dengan proses pemeriksaan berlangsung. Penyatuan panduan operasional, pelaporan, dan akses informasi ini membuat teknisi menjalankan beberapa tahapan kerja dalam satu alur digital.

Pakar Dapat Memberi Arahan dari Jarak Jauh

Ketika teknisi membutuhkan bantuan tambahan, sistem menyediakan akses panggilan jarak jauh kepada pakar dari lokasi lain. Pakar dapat memindai area fisik yang sedang ditangani untuk memahami konteks persoalan sebelum memberikan petunjuk.

Instruksi perbaikan dapat muncul sebagai label digital yang ditempatkan pada objek nyata di lapangan. Cara ini membuat arahan visual lebih presisi karena teknisi dapat melihat titik atau area yang relevan secara langsung.

Demonstrasi IBM memperlihatkan bahwa Mixed Reality tidak hanya dipakai untuk menampilkan objek virtual. Teknologi ini digabungkan dengan Agentic AI untuk menghubungkan pembelajaran, panduan kerja, inspeksi, pelaporan, dan dukungan pakar dalam satu pengalaman operasional.

Pendekatan tersebut berpotensi memangkas waktu pemeliharaan, mendukung keselamatan kerja di area berisiko, serta mempercepat transfer pengetahuan teknis. Pada saat yang sama, pelatihan perakitan server dapat tetap berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada kehadiran mentor secara fisik.

Terkait