i-dle kembali mencuri perhatian lewat “Crow”, lagu prarilis yang terasa seperti pernyataan sikap menjelang comeback mereka. Lagu ini menempatkan grup tersebut sebagai sosok gagak lapar yang tidak menunggu kesempatan, melainkan merebut posisi puncak dengan tangan sendiri.
Video musik “Crow” dirilis pada Senin tengah malam waktu setempat dan langsung memicu rasa penasaran, apalagi lagu ini sudah lebih dulu dibawakan dalam konser “Syncopation” di Seoul. Respons awal juga terlihat cepat karena MV-nya sudah ditonton lebih dari 2 juta kali dalam beberapa jam.
Gagak sebagai simbol perjalanan yang keras
Dalam “Crow”, i-dle memakai citra gagak untuk menggambarkan perjalanan dari titik awal yang sulit. Mereka menyebut diri seperti hewan predator yang terus mengejar apa yang diinginkan, mulai dari mahkota, popularitas, sampai posisi bos.
Simbol itu juga menegaskan bahwa pencapaian tidak datang instan. Liriknya menggambarkan sosok gagak yang lahir di sangkar dalam keadaan lapar, lalu tumbuh dengan dorongan untuk bertahan dan menyerang balik.
Ambisi yang dibingkai sebagai kerja tim
Lagu ini tidak hanya bicara soal ambisi, tetapi juga tentang kerja keras sebagai satu tim. i-dle menegaskan bahwa popularitas yang mereka raih sekarang dibangun sendiri, tanpa bantuan orang tua.
Nada itu membuat “Crow” terasa tegas dan penuh percaya diri. Grup besutan Cube Entertainment tersebut menampilkan ambisi yang keras, tetapi tetap membungkusnya sebagai hasil proses panjang, latihan, dan dorongan untuk terus maju.
Pembuka mini album We made
“Crow” menjadi lagu prarilis untuk mini album ke-9 i-dle yang berjudul We made. Album itu dijadwalkan rilis pada 6 Juli 2026 dan disebut membawa tema gelap namun tetap chic, sesuai karakter yang selama ini melekat pada grup tersebut.
Pilihan ini menunjukkan bahwa i-dle ingin membuka proyek barunya dengan identitas yang langsung terasa. Lagu pembuka seperti ini membuat arah comeback mereka terbaca sejak awal, bukan sekadar lewat materi utama nanti.
Jadwal rilis dan langkah berikutnya
Lagu “Crow” juga akan tersedia di berbagai platform streaming musik pada pukul 18.00 KST atau sekitar 16.00 WIB. Setelah perilisan ini, i-dle dijadwalkan melanjutkan aktivitas lewat tur dunia keempat “Syncopation” di Jepang dan Hong Kong.
Sejak debut pada 2018, i-dle dikenal lewat lagu-lagu populer seperti “TOMBOY”, “LATATA”, “Nxde”, dan “Queencard”. Jejak itu membuat “Crow” hadir bukan sebagai lagu prarilis biasa, melainkan sebagai penanda bahwa i-dle masih ingin terus mengejar puncak dengan karakter yang gelap, tajam, dan percaya diri.
Source: www.idntimes.com






