Sebuah aksesori USB kecil dari era MSN Messenger berhasil hidup lagi dan masih bereaksi seperti dulu. Perangkat bernama i-Buddy itu kembali menyala, berubah warna, dan bergerak setelah melalui serangkaian penyesuaian perangkat lunak serta server.
Kisah ini menonjol bukan hanya karena unsur nostalgia, tetapi juga karena i-Buddy memang dirancang untuk merespons aktivitas pesan instan secara fisik. Di saat banyak notifikasi modern hanya tampil di layar, perangkat lawas ini pernah memberi tanda lewat cahaya dan gerakan di atas meja komputer.
Aksesori chat yang benar-benar bereaksi
Pada masanya, i-Buddy dipakai untuk menandai aktivitas di MSN Messenger dengan cara yang tidak biasa. Bagian perutnya bisa menyala saat teman favorit online, kepalanya berubah warna untuk aksi seperti nudge masuk, dan tubuhnya bergerak saat ada pesan baru.
Fungsi itu sederhana bila dibandingkan dengan aplikasi chat modern, tetapi justru itulah daya tariknya. i-Buddy mewakili masa ketika notifikasi digital masih terasa hadir secara fisik, bukan sekadar bunyi atau pop-up di layar.
Perangkat ini ditemukan kembali oleh YouTuber Rayly Retro, yang menurut Hackaday membelinya di sebuah dollar shop. Yang mengejutkan, unit tersebut masih baru meski produk ini dirilis pada 2008.
Secara tampilan, i-Buddy terlihat seperti aksesori resmi MSN karena bentuknya mengadopsi logo layanan tersebut. Namun perangkat itu sebenarnya dibuat oleh Union Creations Limited, bukan produk resmi MSN.
Masalahnya bukan sekadar colok USB
Untuk membuat i-Buddy hidup lagi, Rayly Retro tidak cukup hanya menyambungkannya ke port USB. Perangkat lama itu butuh penyesuaian agar software dan koneksinya bisa bekerja kembali di lingkungan yang lebih baru.
Salah satu hambatan utamanya ada pada sisi perangkat lunak yang tidak berjalan mulus di Windows 7. Agar i-Buddy bisa berfungsi, dibutuhkan perbaikan yang dibagikan dalam sebuah posting forum pada 2024.
Langkah itu menunjukkan masih ada komunitas kecil yang menjaga perangkat seperti i-Buddy tetap relevan. Tanpa tambalan semacam ini, banyak aksesori lawas akan berhenti total karena software pendukungnya sudah lama ditinggalkan.
| Komponen yang Dibutuhkan | Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Windows Live Messenger 2009 | Menjalankan lingkungan yang sesuai | Diperlukan agar i-Buddy bisa bekerja |
| Escargot | Server koneksi messenger | Memungkinkan aplikasi chat terhubung kembali |
Windows Live Messenger 2009 dan Escargot jadi kunci
Masalah berikutnya datang dari layanan pesan instan yang menjadi sandaran perangkat tersebut. i-Buddy tidak bisa berjalan dengan sembarang messenger, sehingga Rayly Retro harus memakai Windows Live Messenger 2009 agar perangkat memiliki lingkungan yang sesuai.
Selain itu, aplikasi chat itu juga memerlukan server agar bisa terhubung. Untuk kebutuhan tersebut digunakan Escargot, yang memungkinkan koneksi sehingga i-Buddy dapat kembali menerima pemicu notifikasi.
Setelah semua komponen itu disusun, perangkat akhirnya aktif lagi. i-Buddy pun terlihat bergerak dan memancarkan cahaya, seolah kembali ke akhir dekade 2000-an.
MSN Messenger sendiri pernah menjadi salah satu layanan chat paling dikenal pada pergantian abad. Walau fiturnya jauh lebih sederhana dibanding platform komunikasi modern, layanan ini dulu menjadi andalan banyak pengguna internet untuk berbincang dengan teman secara online.
Kisah i-Buddy memperlihatkan bagaimana perangkat kecil bisa bertahan lebih lama daripada ekosistem digital yang menopangnya. Selama masih ada software lawas, tambalan komunitas, dan server pengganti, aksesori USB dari 2008 itu masih bisa menyala dan bergerak di 2026.
Source: www.xda-developers.com






