Hyundai tampaknya tidak sekadar menambah varian baru untuk Santa Fe. Pabrikan asal Korea Selatan itu menyiapkan Santa Fe EREV sebagai langkah penting yang bisa membawa SUV ini masuk ke babak baru elektrifikasi.
Yang membuatnya menonjol adalah jarak tempuh gabungan yang disebut bisa mencapai 960 km dalam sekali pengisian baterai penuh dan tangki bahan bakar terisi. Angka itu langsung menempatkan Santa Fe EREV sebagai salah satu model yang paling menarik untuk dipantau di segmen extended-range electric vehicle.
Masuk Ke Teknologi Yang Semakin Dilirik
EREV adalah mobil yang sepenuhnya digerakkan motor listrik, sementara mesin pembakaran internal hanya bertugas sebagai generator. Artinya, karakter berkendaranya tetap terasa seperti mobil listrik, tetapi tanpa rasa cemas berlebihan soal jarak tempuh.
Formula ini makin relevan bagi konsumen yang ingin sensasi EV, namun belum sepenuhnya siap bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Dalam konteks itu, Santa Fe EREV bisa menjadi jembatan yang menarik antara mobil konvensional dan kendaraan listrik murni.
Perubahan Yang Mulai Terlihat Dari Prototipe
Isyarat kehadiran model ini menguat setelah Santa Fe berkamuflase terlihat menjalani pengujian. Electrek sebelumnya melaporkan unit tersebut dites pada April, menandakan proyek ini sudah bergerak lebih jauh dari sekadar wacana.
Motor1 juga menyebut Santa Fe EREV sebagai salah satu dari lima model baru yang akan diperkenalkan pada 2026. Bahkan, sinyal tambahan muncul dari fasilitas Hyundai Metaplant di Georgia, Amerika Serikat, yang memicu spekulasi soal perluasan teknologi elektrifikasi Hyundai.
Desain Yang Berpotensi Tampil Beda
Dari prototipe yang masih tertutup kamuflase, terlihat penggunaan lampu vertikal di bagian depan dan belakang. Ciri ini berbeda dari Santa Fe yang beredar saat ini, yang dikenal dengan lampu horizontal berbentuk kotak.
Meski detail final belum diungkap resmi, perubahan tersebut memberi gambaran bahwa versi EREV bisa hadir dengan identitas visual yang cukup berbeda. Untuk saat ini, bentuk produksi tetap perlu ditunggu sebelum kesimpulan apa pun dibuat.
Hyundai Datang Saat EREV Kembali Naik Daun
Konsep EREV sebenarnya bukan hal baru. Chevrolet pernah menjadi pelopor produksi massal lewat Volt, sebelum kemudian Li Auto mengangkat kembali pendekatan ini pada 2019 dan diikuti pabrikan lain seperti Changan, BYD, Chery, Xpeng, hingga Wuling.
Penerimaan pasar terhadap EREV dinilai lebih cepat ketika konsumen sudah akrab dengan mobil listrik murni. Setelah itu, model dengan generator berbahan bakar menjadi solusi transisi yang terasa lebih mudah diterima di banyak pasar.
Nasibnya Di Indonesia Masih Belum Jelas
Untuk pasar Indonesia, belum ada kepastian apakah Santa Fe EREV akan ikut dibawa masuk. Otodriver menyebut sudah meminta konfirmasi kepada Fransiscus Soerjopranoto selaku COO PT Hyundai Motors Indonesia, tetapi belum ada informasi yang dibuka terkait model ini.
Dengan begitu, peluang kehadirannya di Tanah Air masih terbuka, tetapi belum bisa dipastikan. Sementara ini, perhatian masih tertuju pada jadwal perkenalan global dan wujud final SUV elektrifikasi tersebut.
Bila spesifikasi jarak tempuh 960 km benar hadir di versi produksi, Santa Fe EREV berpotensi menjadi salah satu model Hyundai yang paling diperhatikan dalam beberapa tahun ke depan. Kombinasi SUV keluarga, karakter listrik, dan kemampuan jelajah panjang membuatnya punya posisi yang sangat strategis di tengah transisi pasar.
