Hyundai mengambil arah yang berbeda untuk seri Ioniq di Cina. Alih-alih mempertahankan bahasa desain yang familiar, pabrikan Korea Selatan itu justru menyiapkan Ioniq V dengan tampilan yang jauh lebih nyentrik dan futuristik.
Langkah ini muncul di tengah upaya Hyundai mendongkrak penjualan yang terus merosot di pasar tersebut. Karena itu, Ioniq V bukan hanya sekadar model baru, tetapi juga bagian dari strategi yang lebih berani untuk menarik perhatian konsumen Cina.
Wajah Depan Dibuat Lebih Tajam
Hyundai mengkategorikan Ioniq V sebagai fastback EV. Siluetnya memang menyerupai sedan, tetapi bagian bagasi belakang dibuat lebih kecil sehingga tampil lebih tegas dari belakang.
Bagian yang paling mencuri perhatian ada di sisi depan. Kap mobil dibentuk dengan sudut-sudut tajam dan garis tegas, lalu dipadukan dengan DRL LED horizontal memanjang yang menjadi ciri terbaru keluarga Ioniq.
Detail lain yang membuat tampilannya modern adalah pintu frameless dan door handle semi-hidden. Namun, penggunaan gagang pintu model seperti ini ikut menjadi sorotan karena pemerintah Cina berencana melarang gagang pintu flushed yang dinilai menyulitkan evakuasi saat kondisi darurat.
Dimensi Lebih Panjang dari Sedan Listrik Sejajar
Secara ukuran, Hyundai Ioniq V memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Dimensi itu membuatnya sedikit lebih panjang dibanding sedan listrik lain seperti BYD Seal EV yang memiliki panjang 4.800 mm.
Proporsinya memperkuat kesan fastback yang ramping, tetapi tetap memberi karakter lebih agresif di jalan. Hyundai tampaknya sengaja membuat mobil ini tampil tegas tanpa kehilangan nuansa aerodinamis.
Kabin Mengandalkan Layar Besar
Masuk ke interior, Hyundai menempatkan dual-screen berukuran 27 inci di area kemudi. Pengemudi juga mendapat bantuan Head Up Display atau HUD untuk memudahkan pemantauan informasi penting.
Untuk sistem hiburan dan komunikasi, Ioniq V memakai cip Snapdragon 8295. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Hyundai ingin memberi pengalaman digital yang kuat di dalam kabin, bukan hanya menonjolkan tampilan luar.
Berbeda Arah dengan Ioniq di Indonesia
Di Indonesia, seri Ioniq sejauh ini hadir sebagai mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle. Di Cina, Hyundai justru menyiapkan varian Range Extender Electric Vehicle atau REEV untuk Ioniq V.
Mobil ini juga dipastikan dibangun di atas platform yang mendukung pengisian daya cepat dan akan menggunakan baterai dari CATL. Meski rincian lengkap spesifikasi lainnya belum dibuka, arah pengembangannya sudah menunjukkan penyesuaian yang jelas untuk kebutuhan pasar setempat.
Perbedaan strategi ini memperlihatkan bagaimana Hyundai membaca karakter konsumen di tiap negara dengan cara yang berbeda. Di Cina, merek ini memilih desain yang lebih berani, teknologi kabin yang menonjol, dan opsi penggerak yang tidak tersedia di Indonesia.
