Hydroplus Soccer League Jadi Jalur Baru, 90% Skuad U-16 Ditargetkan dari All-Stars

Hydroplus Soccer League kini menjadi jalur penting dalam pembinaan sepak bola putri junior di Indonesia. Dari ajang ini, sebagian besar pemain diproyeksikan untuk mengisi timnas putri kelompok umur yang akan tampil di Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus mendatang.

Target itu membuat kompetisi ini bukan sekadar lanjutan turnamen usia sekolah dasar, tetapi juga tahap penyaring pemain menuju level yang lebih tinggi. Setelah MilkLife Soccer Challenge membangun fondasi awal di usia SD, Hydroplus Soccer League memberi ruang bagi pemain U-15 dan U-18 untuk terus berkembang dengan menit bermain yang konsisten.

AjangKelompok UsiaFungsi PembinaanTarget Lanjutan
MilkLife Soccer ChallengeUsia sekolah dasarFondasi awal pembinaan sepak bola putriMenuju Soccer League
Hydroplus Soccer LeagueU-15 dan U-18Wadah lanjutan setelah usia SDMenuju timnas putri kelompok umur
Srikandi Merdeka Cup U-16U-16Seleksi dan pembentukan skuad internasionalKualifikasi Piala Asia U-17 Putri

Seleksi Menuju Srikandi Merdeka Cup

Program Manager Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan Srikandi Merdeka Cup akan digelar pada 13 Agustus dan diikuti tujuh negara. Indonesia akan mengirim dua timnas U-16, dengan pemain yang diseleksi dari Hydroplus Soccer League All-Stars serta sejumlah pemain lain yang tidak tampil di putaran nasional karena timnya gagal lolos.

Proses pemantauan pemain dilakukan oleh tim talent scouting yang dipimpin pelatih timnas putri Indonesia U-16, Timo. Ia dibantu asisten pelatih timnas putri senior Takumi Taniguchi dan pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Thiago.

Pada tahap awal, sekitar 50-60 pemain akan dipanggil untuk mengikuti seleksi dua skuad nasional kelompok usia 16 tahun. Dari proses itu, Teddy menargetkan mayoritas pemain tim nasional berasal dari ajang All-Stars.

Teddy bahkan menyebut harapannya agar sekitar 90% pemain tim nasional datang dari kompetisi ini. Sisanya bisa berasal dari pemain regional yang timnya tidak lolos atau beberapa pemain timnas yang klubnya tidak berhasil melaju.

Kualitas Pemain Meningkat

Menurut Teddy, kualitas pemain di musim perdana Hydroplus Soccer League menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kompetisi regional yang berjalan hampir 10 bulan di Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya dinilai membuat level persaingan semakin baik.

Sejumlah talenta yang lebih dulu ditemukan lewat MilkLife Soccer Challenge juga disebut terus berkembang di Soccer League. Kondisi itu membuat ajang ini dipandang sebagai jalur penting agar pemain yang sudah melewati usia SD tetap bisa berlatih dan bertanding secara rutin.

Setelah musim perdana digelar di empat regional, Soccer League akan membuka regional baru di Solo mulai musim depan. Sementara itu, Soccer Challenge yang semula berjalan di Pulau Jawa juga akan merambah ke Banjarmasin dan Samarinda, lalu diperluas lagi hingga Jayapura.

Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 menjadi penanda bahwa pembinaan sepak bola putri kini mulai tersusun berlapis. Dari usia sekolah dasar, ke kompetisi lanjutan, lalu diseleksi untuk masuk ke skuad nasional kelompok umur, alurnya semakin jelas dan berkesinambungan.

Source: mediaindonesia.com
Terkait