
Huawei Watch Fit 5 Pro langsung mencuri perhatian bukan hanya karena tampil sebagai smartwatch gaya hidup, tetapi karena membawa pemantauan kesehatan yang terasa jauh lebih serius. Varian Pro disebut mampu mendeteksi risiko diabetes dan penyakit aritmia lewat rangkaian sensor serta analisis kesehatan yang lebih lengkap.
Peluncuran global jam pintar ini digelar di Queen Sirikit National Convention Centre, Bangkok, Thailand, dalam acara bertajuk Innovative Product Launch. Huawei memperkenalkan dua model sekaligus, yakni Watch Fit 5 Pro dan Watch Fit 5 reguler, dengan perbedaan yang dibuat cukup jelas pada desain, layar, dan kemampuan kesehatan.
Pemantauan kesehatan jadi nilai jual utama
Di model Pro, Huawei menempatkan Comprehensive Cardiovascular Insights sebagai fitur andalan. Paket ini mencakup ECG Analysis bersertifikasi CE, Pulse Wave Arrhythmia Analysis, peringatan A-fib dan detak prematur, serta Derived Metrics Vascular Study.
Rangkaian fitur itu dirancang untuk membantu pengguna memantau kekakuan arteri dan kesehatan jantung secara lebih menyeluruh. Huawei juga menyematkan Comprehensive Health Management yang berisi multidimensional emotional wellbeing 2.0, pemantauan HRV, advanced sleep tracking, dan pelacakan siklus menstruasi dengan prediksi periode serta ovulasi.
Dengan pendekatan tersebut, Watch Fit 5 Pro tidak hanya mencatat aktivitas harian. Perangkat ini juga diarahkan untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh lebih awal agar bisa mengambil langkah pencegahan lebih dini.
Meski demikian, ada batasan penting yang tetap disebutkan. Huawei Watch Fit 5 Pro tidak bisa mendeteksi kadar gula darah pengguna.
Perbedaan Pro dan reguler terasa di bodi dan layar
Secara tampilan luar, kedua varian ini terlihat mirip. Namun, jika diamati lebih dekat, varian reguler memiliki perbedaan bezel dan selisih ketebalan yang disebut mencapai 2,2 milimeter.
Watch Fit 5 Pro memakai layar AMOLED 1,92 inci yang lebih besar 0,1 inci dibanding versi reguler. Varian Pro juga menggunakan bezel titanium dan kaca sapphire 2.5D untuk melindungi layar.
Di bagian kecerahan, versi Pro mampu mencapai 3.000 nits dan sudah mendukung Always-On Display. Versi reguler memiliki tingkat kecerahan 500 nits lebih rendah, sehingga posisi Pro memang diarahkan sebagai model dengan panel yang lebih premium.
Huawei juga menekankan efisiensi daya pada seri ini. Dengan konsumsi daya yang rendah, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 10 hari untuk pemakaian ringan dan sekitar satu pekan untuk pemakaian normal.
Dirancang tetap nyaman untuk dipakai seharian
Selain fitur kesehatan dan layar, kenyamanan pemakaian ikut menjadi perhatian. Strap Watch Fit 5 Series memakai teknologi AirDry yang membuat perangkat terasa tidak gerah saat digunakan.
Saat terkena air, strap juga disebut tidak memberi sensasi benyek di lengan karena cepat turun dan cepat kering. Detail ini relevan bagi pengguna yang aktif bergerak atau sering memakai smartwatch dalam waktu lama.
Di sisi perangkat lunak, Huawei Watch Fit 5 Series berjalan dengan HarmonyOS 6.1m. Sistem ini bisa digunakan pada perangkat berbasis iOS maupun Android, sehingga kompatibilitasnya tetap luas untuk pengguna lintas ekosistem.
Jam pintar ini juga mendukung 100 jenis cabang olahraga. Sejumlah aktivitas bahkan memakai aplikasi pihak ketiga yang bermitra dengan Huawei, sehingga pilihan olahraga yang bisa dipantau terasa lebih beragam.
Harga masih diumumkan dalam euro
Harga resmi yang diumumkan saat peluncuran masih menggunakan mata uang euro, dengan kisaran setara Rp4 jutaan hingga Rp6 jutaan. Huawei belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia.
Penjualan resmi di Indonesia disebut baru dimulai pada 12 Mei 2026. Dengan kombinasi fitur kesehatan, desain premium, dan daya tahan baterai yang panjang, Watch Fit 5 Series tampak disiapkan untuk bersaing di segmen smartwatch yang makin serius menonjolkan pemantauan tubuh secara cermat.
Source: www.idntimes.com




