Huawei dikabarkan tengah menyiapkan Mate XT 2 sebagai penerus ponsel lipat tiganya. Bocoran yang beredar menyebut perangkat ini akan membawa peningkatan di sektor performa, baterai, kamera, dan engsel untuk membuat pengalaman pakai terasa lebih matang.
Jika informasi itu benar, Huawei tampak ingin mempertahankan posisi seri Mate XT sebagai ponsel premium yang tidak hanya mengandalkan desain unik. Fokus pengembangannya mengarah pada daya tahan yang lebih baik, ruang kerja yang lebih luas, dan efisiensi yang lebih mendukung aktivitas harian.
Chipset Baru untuk Tenaga yang Lebih Kuat
Salah satu perubahan penting disebut datang dari dapur pacu. Sumber internal di Weibo menyebut Mate XT 2 akan meluncur pada Oktober 2026 dan memakai chipset Kirin 9050 Pro.
Chipset tersebut dikabarkan menitikberatkan peningkatan performa dan kemampuan AI. Kehadiran prosesor baru ini dianggap penting karena ponsel lipat tiga membutuhkan tenaga besar untuk menjalankan aplikasi berat, multitasking, dan pengalaman layar luas yang lebih mulus.
Baterai Lebih Besar untuk Menopang Layar Lipat Tiga
Peningkatan yang paling mudah terlihat ada pada kapasitas baterai. Mate XT 2 diperkirakan membawa baterai lebih dari 6.000mAh, naik dari 5.600mAh pada Huawei Mate XT Ultimate Design.
Kenaikan kapasitas ini relevan dengan karakter perangkat lipat tiga yang memiliki konsumsi daya lebih tinggi. Dengan baterai yang lebih besar, Huawei tampaknya ingin memberi durasi pakai yang lebih panjang tanpa terlalu sering bergantung pada pengisian ulang.
Desain Engsel Disebut Lebih Tangguh
Selain daya, sektor mekanik juga masuk daftar pembaruan. Huawei disebut memperbaiki desain engsel Mate XT 2 agar lebih kuat sekaligus lebih nyaman saat perangkat dibuka dan ditutup.
Peningkatan pada engsel penting untuk ponsel lipat tiga karena komponen ini menjadi titik utama yang menentukan ketahanan penggunaan jangka panjang. Jika benar ditingkatkan, maka perangkat bisa terasa lebih solid saat dipakai dalam berbagai mode lipatan.
Kamera Masih Dipertahankan Sebagai Nilai Jual Utama
Di sektor fotografi, Huawei dikabarkan tetap menjaga karakter flagship pada Mate XT 2. Bocoran yang beredar menyebut konfigurasi kamera akan mencakup kamera utama 50MP, lensa ultrawide, dan lensa telefoto.
Detail sensornya belum dikonfirmasi, namun arah pengembangannya sudah cukup jelas. Huawei tampaknya tetap menempatkan kamera sebagai salah satu daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang mencari perangkat premium dengan kemampuan foto yang fleksibel.
Potensi Dukungan Stylus untuk Produktivitas
Ada pula kabar bahwa Mate XT 2 kemungkinan mendukung stylus. Jika fitur ini benar hadir, maka perangkat akan punya nilai tambah untuk kebutuhan kerja dan kreativitas.
Dukungan stylus bisa memperluas fungsi ponsel untuk mencatat, menggambar, atau melakukan editing dengan presisi lebih tinggi. Pada perangkat lipat besar, fitur semacam ini memang sering menjadi pembeda penting di kelas premium.
Generasi Sebelumnya Jadi Gambaran Arah Pengembangan
Sebagai pembanding, Huawei Mate XT Ultimate Design sebelumnya hadir dengan layar OLED LTPO tiga lipatan hingga 10,2 inci. Perangkat tersebut juga dibekali chipset Kirin 9010, RAM hingga 16GB, penyimpanan sampai 1TB, kamera utama 50MP dengan aperture variabel, serta pengisian cepat 66W.
Bekal spesifikasi itu menunjukkan bahwa lini Mate XT sejak awal memang diposisikan sebagai produk kelas atas. Karena itu, ekspektasi terhadap Mate XT 2 ikut meningkat, terutama jika Huawei benar-benar membawa baterai yang lebih besar dan sistem engsel yang lebih tahan lama.
Dengan kombinasi Kirin 9050 Pro, baterai di atas 6.000mAh, peningkatan kamera, dan kemungkinan dukungan stylus, Mate XT 2 berpeluang menjadi pembaruan yang lebih siap untuk kebutuhan harian. Fokus Huawei tampak bukan hanya pada desain lipat tiga yang mencolok, tetapi juga pada peningkatan yang membuat perangkat ini terasa lebih praktis, lebih kuat, dan lebih relevan di segmen smartphone premium.







