RAM 8 GB dan memori 256 GB kini bukan lagi barang mewah di kelas Rp2 jutaan. Kombinasi ini makin dicari karena aplikasi semakin berat, file multimedia makin menumpuk, dan multitasking butuh ruang lega.
Yang menarik, deretan ponsel di segmen ini tidak hanya menawarkan kapasitas besar. Sejumlah model juga sudah membawa layar refresh rate tinggi, baterai jumbo, fast charging, NFC, sampai ketahanan terhadap air dan debu.
Perbandingan singkat 10 model yang menonjol
| Model | Keunggulan Utama | Spesifikasi Kunci | Fitur Tambahan |
|---|---|---|---|
| Redmi 15 | Baterai 7.000 mAh | Snapdragon 685, RAM 8 GB, storage hingga 256 GB, layar IPS 6,9 inci Full HD+ 144Hz | Teknologi silikon karbon |
| Poco M7 | Baterai 7.000 mAh | Snapdragon 685, RAM hingga 8 GB, UFS 2.2 hingga 256 GB, layar IPS LCD 6,9 inci Full HD+ 144Hz | Fast charging 33 watt, reverse charging 18 watt |
| Nubia V70 | Kamera utama 108 MP | Unisoc T616, RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, layar IPS 6,7 inci Full HD+ 120Hz | Live Island 2.0, Extended RAM hingga 12 GB, baterai 5.000 mAh, fast charging 33 watt |
| Nubia Focus 2 5G | Kamera utama 108 MP | Unisoc T760, RAM 8 GB, memori 256 GB, baterai 5.000 mAh | Fast charging 33 watt, NFC, fitur berbasis AI |
| Poco C85 | Layar 120Hz dan baterai besar | Helio G81 Ultra, RAM hingga 8 GB, penyimpanan 256 GB, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz | Baterai 6.000 mAh, fast charging 33 watt, IP64, NFC |
| Redmi 14C | Paket seimbang di kelas entry-level | Helio G81 Ultra, RAM 8 GB, memori internal 256 GB, layar IPS LCD 6,8 inci 120Hz | Kamera 50 MP, baterai 5.160 mAh, NFC, sidik jari samping, USB Type-C |
| Redmi 15C | Baterai lebih besar dari pendahulu | Helio G81 Ultra, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, kamera 50 MP | Baterai 6.000 mAh, IP64, fast charging 33 watt, Android 15 |
| Itel S26 Ultra | Layar AMOLED 144Hz | Unisoc T7300, RAM 8 GB, UFS 2.2 hingga 256 GB, layar AMOLED 6,78 inci Full HD+ | Kecerahan hingga 4.500 nits, baterai 6.000 mAh, bypass charging, vapor chamber cooling |
| Realme C75 | Bodi tangguh dan baterai besar | Helio G92 Max, RAM 8 GB, virtual hingga total 24 GB, baterai 6.000 mAh | Fast charging 45 watt, lolos MIL-STD-810H |
| Samsung Galaxy A07 | Dukungan software panjang | Helio G99, layar PLS LCD 6,7 inci HD+ 90Hz, kamera 50 MP, baterai 5.000 mAh | Fast charging 25 watt, IP54, pembaruan sistem operasi hingga 6 tahun |
Redmi 15 dan Poco M7 unggul untuk yang mengejar baterai
Di antara 10 model tersebut, Redmi 15 dan Poco M7 paling menonjol bagi pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai. Keduanya sama-sama membawa kapasitas 7.000 mAh, yang termasuk sangat besar untuk kelas ini.
Redmi 15 memakai baterai 7.000 mAh berbasis silikon karbon, layar IPS Full HD+ 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz, Snapdragon 685, RAM 8 GB, dan penyimpanan hingga 256 GB. Poco M7 mengusung baterai 7.000 mAh juga, dipasangkan dengan fast charging 33 watt, reverse charging 18 watt, layar IPS LCD 6,9 inci Full HD+ 144Hz, Snapdragon 685, RAM hingga 8 GB, dan UFS 2.2 hingga 256 GB.
Kamera 108 MP jadi senjata Nubia
Bagi pengguna yang lebih memperhatikan kamera, Nubia V70 dan Nubia Focus 2 5G tampil sebagai dua opsi paling mencolok. Keduanya sama-sama membawa kamera utama 108 MP, yang masih tergolong menarik di rentang harga Rp2 jutaan.
Nubia V70 hadir dengan layar IPS 6,7 inci Full HD+ 120Hz, Unisoc T616, RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, dan Extended RAM hingga 12 GB. Perangkat ini juga membawa baterai 5.000 mAh dengan fast charging 33 watt, serta fitur Live Island 2.0 untuk notifikasi interaktif.
Nubia Focus 2 5G memakai Unisoc T760, RAM 8 GB, memori 256 GB, baterai 5.000 mAh, fast charging 33 watt, NFC, dan fitur berbasis AI. Kamera utamanya dirancang untuk membantu menangkap objek bergerak dengan lebih baik.
Layar 120Hz hingga 144Hz makin umum di kelas ini
Segmen Rp2 jutaan juga mulai dipenuhi layar dengan refresh rate tinggi. Poco C85, Redmi 14C, Redmi 15C, Poco M7, Itel S26 Ultra, dan Redmi 15 sudah masuk ke kelompok ini.
Poco C85 menawarkan layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz dengan kecerahan hingga 810 nits, Helio G81 Ultra, RAM hingga 8 GB, penyimpanan 256 GB, baterai 6.000 mAh, fast charging 33 watt, IP64, dan NFC. Redmi 14C membawa Helio G81 Ultra, RAM 8 GB, memori 256 GB, layar IPS LCD 6,8 inci 120Hz, kamera 50 MP, baterai 5.160 mAh, NFC, sensor sidik jari di samping, dan USB Type-C.
Redmi 15C meneruskan Redmi 14C dengan baterai 6.000 mAh, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, kamera 50 MP, IP64, fast charging 33 watt, dan Android 15. Itel S26 Ultra justru menonjol lewat panel AMOLED 6,78 inci Full HD+ 144Hz dengan kecerahan hingga 4.500 nits, didukung Unisoc T7300, RAM 8 GB, UFS 2.2 hingga 256 GB, baterai 6.000 mAh, bypass charging, dan vapor chamber cooling.
Fitur ketahanan dan software jadi pembeda penting
Realme C75 masuk daftar sebagai pilihan yang menggabungkan baterai besar dan bodi tangguh. Ponsel ini memakai Helio G92 Max, RAM 8 GB yang bisa diperluas secara virtual hingga total 24 GB, baterai 6.000 mAh, dan fast charging 45 watt.
Realme C75 juga sudah lolos uji ketahanan standar militer MIL-STD-810H. Di sisi lain, Samsung Galaxy A07 mengandalkan Helio G99, layar PLS LCD 6,7 inci HD+ 90Hz, kamera 50 MP, baterai 5.000 mAh, fast charging 25 watt, dan sertifikasi IP54.
Nilai tambah utama Galaxy A07 ada pada dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun. Di kelas entry-level, komitmen software seperti ini menjadi pembeda penting bagi pengguna yang ingin memakai ponsel lebih lama.
Dengan karakter yang makin berbeda, pilihan di kelas Rp2 jutaan kini terasa lebih tersegmentasi. Ada yang fokus pada baterai jumbo, ada yang mengejar kamera 108 MP, dan ada juga yang menaruh bobot besar pada layar cepat, ketahanan bodi, atau dukungan software jangka panjang.







