HP OmniBook X Flip 14 fm0777TU datang dengan paket yang terasa serius untuk kerja harian. Laptop convertible ini mencoba menggabungkan desain premium, layar sentuh berkualitas, fitur AI, dan mobilitas tinggi dalam satu perangkat.
Di kelasnya, perangkat ini menargetkan pengguna yang butuh laptop serba bisa tanpa terlalu banyak kompromi. Dengan harga Rp19.999.000, sasarannya jelas mengarah ke profesional, mahasiswa, dan kreator konten.
Desain ringkas yang mendukung mobilitas
Kesan premium langsung terlihat dari bodi full metal chassis yang memberi tampilan kokoh sekaligus mewah. Bobotnya sekitar 1,38 kg dengan ketebalan 14,6 mm, sehingga masih nyaman dibawa berpindah lokasi kerja.
Engsel 360 derajat membuat laptop ini bisa dipakai dalam mode Laptop, Tent, Stand, dan Tablet. Opsi port juga tergolong lengkap untuk perangkat premium, terdiri dari 2x USB Type-C, 2x USB Type-A, HDMI, dan audio jack 3,5 mm.
Layar 2K yang jadi pusat pengalaman
Panel sentuh 14 inci beresolusi 2K atau 1920 x 1200 piksel menjadi salah satu daya tarik utamanya. Bezel tipis membantu tampilan terasa lebih imersif saat dipakai bekerja atau menikmati hiburan.
Layar ini mendukung kecerahan hingga 400 nits, sehingga tetap nyaman dipakai di area terang atau dekat jendela. HP juga melindungi panel dengan Corning Gorilla Glass 3 dan menyertakan stylus berbasis MPP untuk mencatat atau menggambar.
Warna yang dihasilkan cukup baik untuk streaming, presentasi visual, hingga editing foto ringan. Refresh rate adaptif turut membuat navigasi dan respons layar terasa lebih mulus.
Keyboard, touchpad, dan webcam yang siap meeting
Bagian keyboard dibuat lapang dengan susunan tombol yang rapi. Backlit keyboard memudahkan pemakaian di ruangan minim cahaya, meski karakter tombolnya disebut sedikit lebih keras dibanding beberapa pesaing.
Touchpad besar menjadi salah satu keunggulan lain karena gesture Windows berjalan mulus dan responsif. Untuk kebutuhan meeting modern, laptop ini membawa kamera 5MP, IR Camera untuk Windows Hello, privacy shutter fisik, HP Enhanced Lighting, dan AI Camera Enhancement.
AI dan performa kerja harian
HP menanamkan Windows 11 dan tombol khusus Copilot untuk akses cepat ke fitur AI. Ada juga HP AI Companion dengan fungsi Ask untuk tanya jawab, Analyze untuk meringkas dokumen, Discover untuk rekomendasi alat produktivitas, dan Perform untuk memantau serta mengoptimalkan performa laptop.
Di sisi dapur pacu, laptop ini mengandalkan Intel Core Ultra 7 256V, Intel Arc Graphics 140V, RAM LPDDR5X 16GB, dan SSD PCIe Gen4 1TB. Kombinasi ini cukup untuk browsing banyak tab, pengolahan dokumen, spreadsheet kompleks, editing ringan, presentasi, dan multitasking harian.
Dalam pemakaian normal, performanya stabil dan responsif. Sistem pendinginnya juga bekerja cukup baik, meski sesekali masih terlihat sedikit stuttering saat banyak tab browser dibuka bersamaan dengan aplikasi produktivitas berat.
Baterai dan catatan audio
HP membekali baterai 59Wh untuk mendukung mobilitas. Dalam penggunaan normal, daya tahannya disebut mencapai sekitar 8 hingga 9 jam dalam sekali pengisian.
Pengisian cepat juga didukung lewat adaptor USB-C 65W, sehingga lebih praktis bagi pengguna yang sering berpindah lokasi kerja. Di sektor audio, dual speaker yang dibawa masih cukup untuk video dan meeting online.
Namun saat volume dinaikkan mendekati maksimal, suara mulai terasa sedikit pecah dan bass belum sekuat beberapa pesaing di kelas premium. Karena itu, perangkat ini lebih menonjol sebagai laptop kerja fleksibel dengan layar bagus dan fitur AI, bukan sebagai mesin audio paling menonjol di kelasnya.
