HP 1 Jutaan Kini Tak Bisa Diremehkan, 7 Pilihan RAM 8GB Siap Angkat Konten 2026

HP kelas Rp1 jutaan kini tampil jauh lebih serius, terutama bagi pengguna yang aktif membuat konten harian. Di segmen ini, RAM 8GB tidak lagi datang bersama spesifikasi pas-pasan, karena produsen mulai membawa kamera yang lebih matang, AI, autofokus, hingga OIS ke perangkat terjangkau.

Perubahan itu membuat pilihan di kelas entry-level semakin menarik untuk dilirik. Pembeli kini bisa menimbang perangkat berdasarkan kebutuhan yang lebih spesifik, mulai dari foto low-light, video yang lebih stabil, sampai kemampuan multitasking untuk aplikasi media sosial.

Kelas murah, fitur makin naik kelas

Dulu, ponsel murah sering hanya mengejar angka megapiksel besar. Sekarang, kualitas sensor dan fitur pendukung justru ikut menentukan hasil akhir, terutama saat perangkat dipakai merekam video singkat atau memotret di kondisi cahaya yang sulit.

RAM 8GB juga memberi ruang lebih lega untuk aktivitas harian. Perpindahan antar aplikasi, mengedit ringan, dan membuka beberapa platform media sosial bisa terasa lebih lancar di kelas harga ini.

Poco M6 unggul lewat sensor 108 MP

Poco M6 menjadi salah satu nama yang paling menonjol karena membawa sensor Samsung HM6 108 MP. Spesifikasi ini terlihat mencolok untuk ponsel terjangkau dan memberi keuntungan pada kemampuan zoom lossless hingga tiga kali.

Teknologi nona-bayer pada perangkat ini juga membantu menjaga hasil foto tetap terang dan detail saat cahaya mulai menipis. Bagi pengguna yang sering memotret objek jarak dekat atau ingin detail lebih aman dipertahankan, kombinasi itu terasa menarik.

Realme 13 fokus pada stabilitas

Realme 13 menawarkan sensor Sony LYT-600 50 MP dan sudah dilengkapi OIS. Fitur ini masih jarang muncul di segmen Rp1 jutaan dan menjadi nilai tambah penting bagi pengguna yang sering merekam sambil bergerak.

OIS membantu mengurangi blur akibat guncangan tangan. Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk dokumentasi harian dan pembuatan konten video sederhana yang membutuhkan hasil lebih stabil.

Infinix Hot 60i dan Tecno Spark 30C untuk video dan low-light

Infinix Hot 60i menarik karena mampu merekam hingga 2K 30 fps. Kemampuan ini memberi peningkatan dibanding standar 1080p yang masih umum di kelas serupa.

Meski belum memiliki stabilisasi, perangkat ini tetap dibantu autofokus yang cepat. Dukungan itu berguna saat merekam momen bergerak agar fokus tidak mudah meleset.

Tecno Spark 30C juga layak masuk daftar karena memakai sensor Sony IMX 582. Sensor ini sebelumnya lebih identik dengan ponsel kelas menengah dan memberi keunggulan pada performa low-light.

Dengan sensor tersebut, noise bisa ditekan lebih baik saat memotret malam atau di ruangan minim cahaya. Hasil foto pun cenderung lebih bersih dan nyaman dilihat.

Nubia V70, Redmi 15C, dan Poco C85 melengkapi pilihan

ZTE Nubia V70 membawa kamera 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan teknologi quad-pixel. Pendekatan ini membantu penangkapan cahaya lebih efektif dan membuatnya cukup andal di berbagai situasi pencahayaan.

Redmi 15C menonjol lewat keseimbangan mode HDR dan mode malam. Karakter seperti ini cocok bagi pengguna yang sering memotret makanan, selfie, hingga aktivitas outdoor dan ingin hasil yang lebih konsisten.

Poco C85 hadir dengan integrasi Xiaomi imaging engine dan AI. Ponsel ini juga membawa kamera depan yang bisa memancarkan cahaya seperti ring light darurat, sehingga membantu untuk selfie atau perekaman singkat di kondisi yang kurang terang.

Ketujuh ponsel tersebut menunjukkan bahwa kelas Rp1 jutaan kini tak lagi identik dengan banyak kompromi. Pilihan yang tersedia sudah cukup beragam, dari resolusi tinggi, hasil malam yang lebih bersih, video 2K, sampai stabilitas OIS untuk kebutuhan konten yang lebih rapi.

Baca Juga

Back to top button