Honor Robot Phone disebut semakin dekat ke peluncuran komersialnya, setelah muncul petunjuk bahwa perangkat ini bisa meluncur secepatnya bulan depan. Jika sinyal itu akurat, Honor tampaknya benar-benar membawa konsep ponsel futuristis ini ke pasar dalam waktu yang jauh lebih cepat dari yang banyak diperkirakan.
Kabar ini penting karena Honor sebelumnya sudah menyebut Robot Phone akan mulai dijual di China pada paruh kedua tahun ini. Bocoran terbaru dari Digital Chat Station membuat jendela peluncuran itu mengerucut ke Agustus, meski tanggal resmi dari Honor sendiri belum diumumkan.
Petunjuk Peluncuran yang Mengarah ke Agustus
Isyarat paling baru datang dari respons Digital Chat Station di Weibo saat ada pertanyaan soal tenaga perangkat itu. Jawaban singkat “Soon, August” langsung dibaca sebagai tanda bahwa pengumuman resmi tinggal menunggu waktu.
Pernyataan itu belum menjadi konfirmasi dari Honor, tetapi cocok dengan arah jadwal yang sudah disebut perusahaan sebelumnya. Artinya, ekspektasi pasar kini mulai bergeser dari sekadar konsep ke produk yang benar-benar siap dijual.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Perkiraan peluncuran | Secepatnya bulan depan, mengarah ke Agustus |
| Status resmi | Honor belum mengumumkan tanggal pasti |
| Rencana awal | Mulai dijual di China pada paruh kedua tahun ini |
Kamera Robotik Jadi Pembeda Utama
Daya tarik terbesar Robot Phone ada pada modul kamera belakang bermotor yang bisa terlipat keluar, memanjang, berputar, dan menstabilkan diri saat merekam. Pendekatan ini membuatnya sangat berbeda dari ponsel flagship pada umumnya yang masih mengandalkan kamera statis.
Honor pertama kali memperkenalkan perangkat ini di MWC 2026. Saat itu, kamera bergerak tersebut langsung menjadi ciri paling mencolok karena memberi kesan seperti alat perekam mini yang hidup di dalam bodi ponsel.
Perusahaan menyebut kamera itu memakai sensor 200 megapiksel. Sensor tersebut dipasang pada gimbal 4DoF yang diklaim sebagai yang paling kecil di industri, dengan tujuan menghasilkan rekaman genggam yang lebih halus dan pelacakan subjek yang lebih baik.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Robot Phone tidak hanya mengejar tampilan unik. Honor juga tampak serius menjadikannya perangkat yang relevan bagi pengguna yang sering merekam video dan membutuhkan stabilisasi mekanis.
Didorong ke Arah Produksi Video Serius
Honor menggandeng ARRI untuk membawa kemampuan perekaman yang lebih dekat ke standar profesional. Kerja sama ini membuat Robot Phone tidak berhenti pada ide kamera bergerak, tetapi juga masuk ke ranah alur kerja kreatif yang lebih matang.
Perangkat ini disebut mendukung teknologi LogC milik ARRI pada level RAW. Robot Phone juga kompatibel dengan ekosistem LUT ARRI di DaVinci Resolve, sehingga color grading bergaya sinema bisa dilakukan dengan lebih leluasa.
Dalam konteks ponsel konsumen, dukungan seperti ini tergolong tidak biasa. Honor tampaknya ingin menyasar bukan hanya pengguna umum, tetapi juga kreator yang membutuhkan perangkat ringkas dengan sentuhan produksi video yang lebih serius.
Robot Phone bahkan sudah dipakai untuk merekam footage sinematik profesional di ajang Shanghai International Film Festival. Penggunaan di ruang produksi nyata itu menjadi bukti bahwa kemampuan videonya tidak sekadar ditampilkan sebagai demo konsep.
AI yang Ikut Menggerakkan Kamera
Selain stabilisasi dan kualitas perekaman, Honor juga menanamkan interaksi berbasis AI yang terhubung dengan modul kamera bermotor. Kamera itu tidak hanya berfungsi sebagai alat rekam, tetapi juga sebagai elemen yang bisa bergerak secara fisik.
Honor menyebut modul tersebut dapat merespons dengan gerakan seperti mengangguk atau menggeleng. Pada saat yang sama, kamera juga dapat mengikuti subjek secara otomatis selama proses perekaman berlangsung.
Kombinasi gerakan fisik dan pelacakan otomatis ini memberi karakter yang jarang ditemui di pasar smartphone premium. Di tengah kompetisi yang selama ini banyak bertumpu pada chipset, kamera, dan AI secara bertahap, Honor memilih jalur yang jauh lebih berani.
Itulah sebabnya kabar soal jadwal rilisnya langsung menarik perhatian. Jika benar meluncur dalam waktu dekat, Robot Phone bisa menjadi salah satu ponsel paling tidak biasa yang hadir di China tahun ini, sekaligus pembuktian bahwa konsep eksperimental bisa naik kelas ke produk komersial.
