
Honor mulai mengarahkan Robot Phone sebagai perangkat yang benar-benar fokus pada perekaman video mobile. Langkah ini membuat ponsel tersebut menonjol bukan karena ukuran kamera semata, melainkan karena pengalaman merekam yang dibuat lebih mudah untuk pengguna umum.
Pendekatan itu juga menjelaskan mengapa desain kameranya terlihat berbeda dari smartphone biasa. Honor ingin membawa fitur video tingkat lanjut ke lebih banyak orang, bukan hanya ke kreator yang sudah terbiasa dengan pengaturan teknis yang rumit.
Kamera gimbal yang bergerak bukan sekadar hiasan
Tim imaging Honor menyebut Robot Phone sejak awal dikembangkan sebagai perangkat video-first. Artinya, rancangan produk ini berangkat dari kebutuhan perekaman video, bukan dari pola umum smartphone yang hanya menempatkan kamera sebagai modul pendukung di bodi belakang.
Sebagai gantinya, Honor memakai sistem kamera gimbal bermotor tiga sumbu di bagian atas perangkat. Sistem ini dipilih untuk mengatasi keterbatasan modul kamera smartphone konvensional sekaligus membuka peluang peningkatan hardware dan teknik pengambilan gambar baru di masa depan.
Unit kamera tersebut membawa sensor 200 megapiksel yang bisa berputar ke depan atau ke belakang sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadi pembeda utama Robot Phone dibanding ponsel biasa yang umumnya memakai susunan kamera tetap.
Honor juga menggandeng ARRI, nama yang dikenal luas di industri perfilman profesional. Kolaborasi ini dipakai untuk menghadirkan teknologi pencitraan yang lebih maju ke dalam perangkat mobile tersebut.
Dibuat agar video sinematik lebih mudah dicapai
Di sisi software, Robot Phone disiapkan dengan AI subject tracking, bantuan pengambilan gambar cerdas, pergerakan kamera otomatis, dan alat penyuntingan video berbasis AI. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Honor tidak hanya mengandalkan bentuk fisik kamera yang unik, tetapi juga ekosistem software yang mendukung produksi video yang lebih praktis.
Honor tampaknya ingin menurunkan hambatan bagi pengguna yang belum terbiasa dengan fotografi atau videografi. Karena itu, Robot Phone juga disiapkan dengan template pengambilan gambar preset dan kemampuan pelacakan otomatis.
Dengan dukungan tersebut, pengguna diharapkan bisa merekam video yang lebih halus dan terasa sinematik tanpa banyak pengaturan manual. Pendekatan ini sejalan dengan visi Honor untuk membuat pembuatan video lanjutan lebih mudah diakses lewat format smartphone.
Strategi ini penting karena fitur video canggih biasanya identik dengan kurva belajar yang tinggi. Robot Phone justru mencoba menggabungkan mekanisme fisik yang kompleks dengan antarmuka dan bantuan AI yang lebih ramah untuk pemakaian sehari-hari.
Durabilitas jadi pertanyaan besar
Di balik konsep yang mencolok, daya tahan menjadi salah satu perhatian utama. Mekanisme kamera yang bisa bergerak kerap memunculkan kekhawatiran soal ketahanan saat dipakai harian.
Honor mengatakan model generasi pertama ini sudah memiliki ketahanan jatuh yang sebanding dengan ponsel flagship perusahaan. Namun, perusahaan juga mengakui masih ada ruang perbaikan untuk ketahanan terhadap air.
Pernyataan itu menunjukkan Honor tidak melihat Robot Phone sebagai eksperimen sekali jalan. Perusahaan menyebut peningkatan durabilitas akan terus dilanjutkan pada generasi berikutnya.
Proses pengembangannya pun disebut lebih sulit dari perkiraan awal. Para insinyur dilaporkan menghabiskan sekitar satu tahun untuk mematangkan konsep tersebut.
Dalam periode itu, mereka harus membuat motor kompak khusus, menyeimbangkan sistem gimbal, dan menyelesaikan masalah terkait stabilitas serta gaya rotasi. Beberapa revisi desain juga diperlukan sebelum lahir purwarupa yang sekarang diperlihatkan.
Jadwal meluncur mulai terbentuk
Meski belum dirilis, arah komersial Robot Phone sudah mulai terlihat. CEO Honor James Li sebelumnya mengonfirmasi bahwa perangkat ini dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga 2026.
Jadwal tersebut memberi sinyal bahwa Honor bergerak dari fase demonstrasi konsep menuju persiapan produk. Setelah pertama kali dipamerkan di MWC 2026, perusahaan tampaknya ingin membangun posisi bahwa Robot Phone bukan sekadar perangkat eksperimental.
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, Robot Phone akan masuk pasar dengan identitas yang sangat spesifik. Ponsel ini dirancang untuk satu tujuan utama: membuat perekaman video di smartphone terasa lebih mudah, stabil, dan sinematik.
Source: www.gizmochina.com




