Honda mengubah strategi produksinya untuk skutik listrik UC3 dengan memindahkan perakitan dari Thailand ke Vietnam. Langkah ini menegaskan bahwa persaingan di pasar roda dua listrik Vietnam bergerak cepat, terutama di segmen harga yang paling ramai.
Produksi UC3 dijadwalkan mulai paling cepat September di pabrik Honda di Provinsi Phu Tho, Vietnam utara, dengan volume yang disebut terbatas. Honda tampaknya ingin masuk lebih awal sebelum pasar listrik Vietnam makin padat oleh pemain lokal dan merek besar lain.
Pasar listrik kota besar bergerak lebih cepat
General Director Honda Vietnam Sayaka Arai mengatakan peralihan konsumen ke kendaraan listrik di kawasan perkotaan berlangsung lebih cepat dari perkiraan perusahaan. Ia juga menyebut diler melihat peningkatan stabil dari orang-orang yang mencari roda dua listrik, sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari Nikkei Asia.
Di saat yang sama, harga BBM yang tinggi akibat perang AS-Iran ikut mendorong minat ke skutik dan motor listrik. Hanoi juga baru menerapkan zona rendah emisi di pusat kota yang membatasi penggunaan motor bensin pada akhir pekan, meski aturan itu kemudian dilunakkan setelah masukan industri otomotif.
Honda incar segmen yang paling laku
UC3 dibidik untuk bersaing di segmen di bawah 30 juta dong, karena itulah level harga yang paling ramai di pasar roda dua listrik Vietnam. Arai menilai model terlaris terkonsentrasi di rentang itu, sehingga Honda menempatkan target harga di area yang sama.
| Model | Lokasi Produksi | Waktu Produksi | Target Pasar |
|---|---|---|---|
| UC3 | Thailand, lalu dipindah ke Vietnam | Mulai paling cepat September | Skutik listrik harga di bawah 30 juta dong |
Nikkei mencatat penjualan roda dua produsen besar di Vietnam, termasuk model listrik, bertahan di kisaran 2,5 juta hingga 2,65 juta unit per tahun sejak 2023. Angka itu turun sekitar 20 persen dari puncaknya, meski permintaan motor bensin masih kuat.
VinFast sebagai pabrikan lokal justru tumbuh besar dengan penjualan lebih dari 400 ribu motor listrik tahun lalu. Kondisi ini membuat Honda berupaya mengamankan momentum lebih dulu di pasar yang masih berkembang, tetapi juga mulai diperebutkan dengan agresif.
Spesifikasi UC3 dan arah pengisian daya
UC3 adalah skutik listrik berbaterai tetap yang diposisikan setara motor bensin 110 cc. Berdasarkan rilis resmi Honda, produksi awalnya dimulai Desember 2025 di Thai Honda untuk memasok Thailand dan Vietnam, sebelum dialihkan ke Honda Vietnam pada 2026.
Model ini menjadi yang pertama memakai baterai LFP permanen milik Honda. UC3 dipadukan motor sisi roda buatan sendiri dengan daya maksimal 6,0 kW, sementara jarak tempuhnya diklaim mencapai 122 km per pengisian daya berdasarkan pengujian WMTC Mode 1 tersertifikasi Thailand.
UC3 menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Standard, Sport, dan Econ, serta mode mundur untuk memudahkan parkir. Pengisian dayanya memakai standar CHAdeMO untuk roda dua dengan dua opsi pengisi daya, yaitu 1.200 watt yang penuh sekitar 4 jam dan 450 watt yang sekitar 9 jam.
Diler di Hanoi dan kota lain juga mulai memasang stasiun pengisian berstandar tersebut. Dalam rilis Januari lalu, Honda menyebut stasiun pengisian di diler kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang ditarget mulai beroperasi Juni 2026.
Arai mengatakan Honda berharap stasiun pengisian daya bisa hadir di lokasi lain seperti pusat perbelanjaan. Ia menilai, jika perusahaan lain ikut mengadopsi standar yang sama, interoperabilitas akan menjadi lebih besar dan ekosistem pengisian bisa tumbuh lebih luas.
Source: www.cnnindonesia.com






