Honda Monkey Bekas Hampir Tak Turun Harga, Tapi Siapkah Anda Hidup Dengan Jok Tunggal?

Honda Monkey bekas terus menarik perhatian karena penyusutannya sangat minim. Di pasar motor hobi, unit ini kerap diperlakukan seperti barang koleksi yang nilainya tetap kuat.

Itulah sebabnya banyak calon pembeli tidak hanya melihat tampilannya yang unik. Mereka juga menimbang faktor nostalgia, eksklusivitas, dan potensi nilai jual kembali sebelum memutuskan masuk ke pasar seken.

Harga bekas yang masih bertahan kuat

Di wilayah Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya, Honda Monkey 125 bekas berada di kisaran Rp75.000.000 hingga Rp86.000.000. Harga itu bergantung pada tahun perakitan, kondisi fisik, kelengkapan dokumen, dan jarak tempuh.

Menariknya, unit yang kondisinya sangat mulus dan jarak tempuhnya rendah bisa menyamai atau bahkan melewati harga baru. Harga baru tercatat Rp87.750.000 berstatus On The Road Jakarta dan Tangerang, sehingga selisihnya memang terlihat tipis.

Rentang harga yang umum ditemui juga menunjukkan pasar yang masih aktif. Untuk unit 2020–2021, harga berada di kisaran Rp75.000.000–Rp79.000.000, sementara unit 2022–2023 ada di Rp80.000.000–Rp84.000.000.

Unit 2024–2025 dibanderol sekitar Rp84.000.000–Rp86.000.000. Kondisi ini membuat Honda Monkey bekas tetap dilihat sebagai opsi kuat bagi pembeli yang mengejar gaya dan nilai simpan.

Daya tarik yang membuatnya tidak seperti motor biasa

Pesona Honda Monkey tidak hanya datang dari bentuk mini dan tampilan klasiknya. Kesan nostalgia dan eksklusif membuat motor ini lebih sering diburu sebagai kepemilikan jangka panjang ketimbang alat transportasi harian.

Kualitas materialnya juga ikut mengangkat citra motor ini. Spakbor depan dan belakang memakai komponen berbahan besi atau logam tebal, lalu dipadukan dengan aksen chrome berkualitas tinggi.

Karakter berkendaranya mendukung reputasi tersebut. Ban gemuk ring 12 dan suspensi depan upside down membuat motor terasa lincah, empuk, dan stabil saat dipakai di area perkotaan.

Di sisi mesin, Honda Monkey memakai basis 125cc SOHC yang serupa dengan Supra X 125 atau Super Cub C125. Mesin ini dikenal tangguh, hemat bahan bakar, dan mudah dirawat di jaringan bengkel resmi.

Bagi sebagian pembeli, kombinasi itu membuat biaya kepemilikan terasa lebih masuk akal. Motor ini tetap membawa identitas hobi, tetapi tidak sepenuhnya merepotkan dari sisi perawatan dasar.

Tapi siapkah hidup dengan jok tunggal dan kopling manual?

Di balik semua daya tariknya, Honda Monkey punya batas yang cukup jelas untuk pemakaian harian. Desainnya hanya menyediakan jok tunggal berukuran kecil, sehingga motor ini tidak cocok untuk boncengan.

Motor ini juga tidak memiliki pijakan kaki untuk penumpang belakang. Hal itu menegaskan bahwa peruntukannya memang untuk penggunaan personal, bukan membawa dua orang.

Ruang simpan pun sangat terbatas. Tidak ada tempat penyimpanan di bawah jok maupun pada area bodi lain, sehingga pengendara harus mencari cara lain untuk membawa barang bawaan.

Transmisinya masih menggunakan kopling manual. Dalam kemacetan total, menarik tuas kopling terus-menerus bisa membuat sebagian pengendara cepat lelah.

Karena itu, Honda Monkey bekas paling cocok dibeli oleh mereka yang mengutamakan gaya, kelangkaan, dan nilai jual kembali. Untuk kebutuhan serbaguna, karakter kecil, jok tunggal, dan minim ruang simpan membuatnya terasa lebih seperti motor koleksi daripada kendaraan harian.

Terkait