Honda kembali memberi sinyal kuat soal skuter listrik baru yang terasa lebih siap dipakai di kota. Bocoran desain yang sudah tercatat di dokumen paten menunjukkan fokus yang jelas pada kepraktisan harian, terutama lewat dek rata dan kompartemen baterai di bawah bodi.
Arah desain itu membuat model ini tampak berbeda dari skuter listrik yang sekadar mengejar tampilan futuristis. Honda seperti sedang menyiapkan produk yang lebih pas untuk komuter perkotaan di kawasan ASEAN, dengan postur yang nyaman dan kemasan yang efisien.
Dokumen hak desain tersebut terdaftar dengan nomor A00202601677 atas nama Honda Motor Co., Ltd. Pengumumannya diterbitkan pada Senin, 4 Mei 2026.
Nama Panithi Areesngarkul, Chatchanont Yongrum, dan Tanawut Kaewthong tercantum sebagai pendesain utama. Kehadiran tiga desainer asal Thailand itu memberi sinyal bahwa Honda tidak hanya memakai pendekatan global, tetapi juga memasukkan sudut pandang regional dalam pengembangan motor ini.
Desain yang lebih dekat dengan kebutuhan harian
Secara visual, skuter listrik ini mengusung bodi membulat dengan garis halus. Permukaannya minim tekukan tajam, sehingga tampil bersih dan modern dibanding skuter konvensional yang cenderung lebih agresif.
Bagian depan juga dibuat sederhana namun futuristis. Lampu utama menyatu dengan tameng bodi dan membentuk wajah yang tegas tanpa banyak elemen rumit.
Daya tarik utamanya justru muncul dari fungsionalitas. Dek rata dengan ruang yang tampak luas membuat posisi kaki lebih natural, sesuatu yang sangat berguna saat dipakai harian di lalu lintas padat.
Jok yang tebal ikut memperkuat kesan nyaman. Kombinasi itu menunjukkan Honda ingin menghadirkan motor listrik yang cocok untuk perjalanan stop-and-go di tengah kemacetan kota.
Di bagian kaki-kaki, skuter ini terlihat memakai velg kecil dengan ban lebar. Konfigurasi seperti ini umum dipilih untuk menjaga kelincahan saat bermanuver di jalan perkotaan yang padat, sambil tetap mempertahankan stabilitas dasar.
Petunjuk teknis dari baterai tanam
Salah satu detail paling penting muncul di bagian bawah bodi. Ada lekukan khusus yang mengindikasikan kompartemen baterai ditempatkan di area lantai bawah.
Penempatan baterai di posisi itu bukan hanya soal efisiensi kemasan. Secara teknis, baterai yang lebih rendah membantu menurunkan pusat gravitasi kendaraan.
Efeknya, skuter berpotensi terasa lebih stabil saat menikung atau bergerak di sela kemacetan. Karakter seperti ini sangat relevan untuk skuter listrik komuter yang dipakai setiap hari.
Honda memang belum membuka detail teknis lain untuk model ini. Informasi soal tenaga, kapasitas baterai, jarak tempuh, dan performa masih belum diungkap dalam dokumen yang beredar.
Dari area roda belakang, ada dugaan motor ini akan memakai sistem penggerak listrik tipe hub-drive atau mid-drive kompak. Namun, kepastiannya masih menunggu pengumuman resmi dari pabrikan.
Potensi mengisi celah di lini motor listrik Honda
Kemunculan paten ini menambah sinyal ekspansi kendaraan listrik Honda, termasuk untuk pasar Indonesia. Sebelumnya, merek ini sudah menghadirkan EM1 e:, ICON e:, dan model yang lebih premium, CUV e:.
Jika dilihat dari proporsi bodinya, model baru ini tampak berada di posisi yang strategis. Wujudnya terasa berada di antara kepraktisan ICON e: dan pendekatan yang lebih premium pada CUV e:.
Dengan karakter seperti itu, skuter ini berpotensi menjadi model volume yang menarik di pasar ASEAN. Paket desainnya sederhana, ringkas, rendah di pusat gravitasi, dan tetap membawa tampilan futuristis.
Hingga kini Honda belum mengumumkan langkah menuju produksi massal untuk model tersebut. Meski begitu, pendaftaran desain resmi sudah cukup memberi gambaran bahwa Honda masih menyiapkan tambahan amunisi untuk pasar skuter listrik harian.
Di tengah persaingan motor listrik yang makin padat, pendekatan seperti ini bisa menjadi pembeda yang penting. Bukan hanya soal kendaraan tanpa emisi, tetapi juga soal bagaimana sebuah skuter dirancang agar benar-benar nyaman dipakai warga kota setiap hari.
Source: www.suara.com