Honda ADV160 Lebih Mahal, X-Force Lebih Murah, Karakternya Ternyata Beda Jauh

Di kelas skutik premium 150–160cc, Honda ADV160 dan Yamaha X-Force sama-sama menarik perhatian karena sama-sama tampil agresif. Namun, keduanya tidak benar-benar bermain di arena yang sama, sehingga harga yang lebih mahal belum tentu berarti pilihan yang paling cocok untuk semua orang.

Perbedaan paling besar justru ada pada karakter. ADV160 menonjol sebagai skutik adventure yang nyaman untuk commuting dan touring ringan, sedangkan X-Force dibangun sebagai urban scooter sporty dengan handling yang lincah dan rasa berkendara yang lebih aktif.

ADV160: lebih mahal, lebih fokus ke kenyamanan

Honda ADV160 2026 memakai mesin 1 silinder 156cc PGM-FI SOHC 4-katup eSP+ pendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga 15,8 hp pada 8.500 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 6.500 rpm.

Karakter mesinnya halus dan efisien. Honda juga menyiapkan suspensi belakang dengan tabung dan ground clearance tinggi agar motor ini tetap nyaman dipakai di jalan perkotaan yang rusak maupun saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Pembaruan pada versi 2026 juga terasa di fitur. ADV160 kini membawa layar TFT color 5 inci dengan Honda RoadSync, konektivitas smartphone, dan USB Type-C.

Dari sisi ergonomi, ADV160 memang diarahkan untuk riding santai. Jok lebar, windshield tinggi, dan bagasi 29 liter membuatnya cocok untuk penggunaan harian yang butuh ruang dan kenyamanan ekstra.

Handling ADV160 cenderung stabil dan mudah dikendalikan. Karakternya lebih mengutamakan comfort daripada rasa sporty, termasuk saat dipakai boncengan yang disebut nyaman dan stabil di kecepatan menengah hingga tinggi.

Di Jepang, ADV160 dipasarkan dengan harga 490.000 Yen atau sekitar Rp 54,4 jutaan. Posisi ini memperkuat citranya sebagai skutik yang menonjolkan kenyamanan, fitur modern, dan nuansa adventure.

X-Force: lebih murah, lebih sporty di kota

Yamaha X-Force dibekali mesin Blue Core 1 silinder 155cc SOHC 4-katup VVA pendingin radiator. Outputnya 14,7 hp pada 8.000 rpm dan torsi 14 Nm pada 6.500 rpm.

Mesin ini dikenal responsif di putaran menengah. Karakternya terasa lebih sporty dibanding ADV160, terutama untuk rider yang menyukai akselerasi ringan dan respons cepat dalam penggunaan harian.

Posisi setang naked dan dek rata membuat rasa berkendaranya lebih aktif. Secara keseluruhan, X-Force terasa ringan, agresif, dan cocok untuk manuver cepat di lalu lintas padat.

Desainnya juga futuristis dengan aura urban scooter modern. Handling menjadi salah satu kekuatan utamanya karena bobot terasa lebih ringan dan manuvernya lincah untuk jalan perkotaan Jepang.

Suspensi X-Force tetap nyaman, tetapi feel keseluruhannya lebih firm dibanding ADV160. Karakter ini membuatnya lebih menyenangkan untuk rider yang suka cornering dan riding agresif.

Fitur modern seperti traction control, smart key, lampu LED belakang, dan panel digital juga sudah tersedia. Meski begitu, fokus utama X-Force tetap pada urban riding, bukan touring atau adventure ringan.

Di Jepang, Yamaha X-Force dijual dengan banderol 407.000 Yen atau sekitar Rp 45,2 jutaan. Harganya lebih murah dibanding ADV160, dan itu sejalan dengan positioning-nya sebagai skutik sporty perkotaan.

Beda karakter, beda kebutuhan

Secara spesifikasi, selisih tenaga keduanya tidak terlalu jauh. ADV160 unggul tipis di angka 15,8 hp dan 14,7 Nm, sedangkan X-Force berada di 14,7 hp dan 14 Nm.

Namun, angka di atas kertas bukan penentu utama. ADV160 lebih kuat di kenyamanan, stabilitas, dan kemampuan serbabisa untuk harian serta touring ringan, sementara X-Force lebih menonjol dalam kelincahan dan sensasi berkendara yang aktif.

Bagi rider yang mengutamakan rasa tenang, ruang simpan besar, dan posisi berkendara santai, ADV160 punya paket yang lebih lengkap. Bagi pengguna yang lebih sering bergelut di kota dan ingin skutik yang terasa ringan serta responsif, X-Force menawarkan pendekatan yang lebih pas.

Source: ridertua.com
Exit mobile version