HMD Global tampaknya sedang menyiapkan jalan baru untuk ponsel sederhana yang tetap relevan di era jaringan cepat. Nama “HMD Asha 305” muncul dalam daftar sertifikasi internal, dan itu langsung mengarah pada satu hal penting: perangkat ini disebut membawa dukungan 4G LTE.
Langkah itu menarik karena Asha 305 adalah nama lawas yang pernah identik dengan ponsel murah dan praktis. Kini, nama tersebut tampaknya tidak sekadar dipakai untuk nostalgia, melainkan untuk menghidupkan kembali konsep ponsel kecil yang bisa dipakai tanpa kerepotan khas smartphone.
Bukan sekadar mengulang masa lalu
Nokia Asha 305 asli meluncur pada Juli 2012 sebagai ponsel layar sentuh dasar. Perangkat itu menjalankan sistem operasi S40 milik Nokia dan fokus pada kebutuhan komunikasi sederhana, bukan aplikasi berat.
Jika dilihat dari standar sekarang, spesifikasinya sangat terbatas. Asha 305 lama memakai layar 3 inci beresolusi 400 x 240 piksel, kamera 2MP, RAM 32MB, dan penyimpanan yang sangat kecil.
| Model | Fitur Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Nokia Asha 305 | Layar 3 inci, kamera 2MP, RAM 32MB | Fokus pada komunikasi dasar |
| HMD Asha 305 baru | Indikasi dukungan 4G LTE | Mengarah ke penerus modern |
Meski sederhana, Asha 305 dulu punya sejumlah nilai jual yang jelas. Baterainya bisa dilepas, mendukung microSD, tetap menyediakan jack headphone, dan harganya terjangkau untuk kelas entry-level.
Arah perangkat baru mulai terlihat
Informasi paling penting dari sertifikasi itu adalah keberadaan modem LTE. Detail tersebut menunjukkan HMD Asha 305 baru kemungkinan besar disiapkan sebagai ponsel 4G, bukan sekadar rilis ulang kosmetik.
Dukungan jaringan modern membuat perangkat seperti ini lebih masuk akal untuk dipakai saat ini. HMD tampaknya ingin menjaga kesederhanaan penggunaan, tetapi tetap memberi konektivitas yang relevan.
Belum ada lembar spesifikasi lengkap yang muncul dari daftar sertifikasi tersebut. Namun pola produk HMD sebelumnya memberi gambaran soal arah yang mungkin dipakai pada perangkat baru ini.
Salah satu acuan terdekat adalah HMD Touch 4G yang meluncur pada akhir 2025. Model itu hadir sebagai ponsel layar sentuh kecil dengan konsep minimalis, ringan, dan berfokus pada fungsi dasar.
Formula ponsel kecil yang mungkin dipakai HMD
HMD Touch 4G dibekali layar sentuh 3,2 inci QVGA dan chipset Unisoc T127. Perangkat itu juga hanya membawa RAM 64MB dan penyimpanan internal 128MB, dengan ekspansi melalui microSD.
Sistem operasinya bukan Android penuh, melainkan platform ringan kustom bernama “Touch”. Di sektor kamera, ponsel itu memakai kamera belakang 2MP dengan flash serta kamera depan VGA.
Fitur lainnya juga menekankan kepraktisan. HMD Touch 4G mendukung dual SIM, Bluetooth 5.0, USB-C, baterai 1.950mAh yang bisa dilepas, dan bobot sekitar 100 gram.
Untuk penggunaan ringan, daya tahannya disebut sangat baik. Perangkat itu juga membawa sertifikasi tahan percikan IP52, sesuatu yang cukup menarik untuk ponsel kecil di kelasnya.
| Perangkat | Layar | Memori | Fitur Penting |
|---|---|---|---|
| HMD Touch 4G | 3,2 inci QVGA | RAM 64MB, internal 128MB | Dual SIM, Bluetooth 5.0, USB-C, baterai 1.950mAh |
| Nokia Asha 305 | 3 inci 400 x 240 piksel | RAM 32MB | microSD, jack headphone, baterai bisa dilepas |
Dengan pendekatan itu, HMD Asha 305 baru diperkirakan mengikuti resep serupa. Artinya, perangkat ini berpeluang hadir sebagai ponsel ringkas untuk telepon, SMS, dan konsumsi media ringan tanpa gangguan khas smartphone.
Masih ada pasar untuk ponsel seperti ini
Permintaan untuk ponsel sederhana belum hilang sepenuhnya. Sebagian orang membutuhkannya sebagai ponsel kedua, sementara yang lain ingin mengurangi distraksi dari smartphone utama.
Di ceruk itulah HMD tampaknya melihat peluang. Ponsel kecil dengan fitur dasar, baterai efisien, dan konektivitas 4G masih punya daya tarik yang nyata bagi pengguna tertentu.
Pendekatan ini juga sejalan dengan kebiasaan HMD yang kerap menghidupkan kembali nama-nama klasik Nokia. Nama yang familier memberi rasa akrab, sementara pembaruan jaringannya membuat perangkat tetap relevan untuk kebutuhan harian.
Karena sudah tercatat dalam proses sertifikasi, kehadiran HMD Asha 305 tampaknya tinggal menunggu waktu. Untuk saat ini, arah produknya sudah cukup jelas: ponsel sederhana bergaya klasik, tetapi disiapkan untuk era 4G.
Source: www.gizmochina.com






