Himbara Didorong Salurkan Kredit ke Manufaktur dan UMKM, Ini Arah Barunya

Penyaluran kredit bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kini diarahkan lebih tegas ke sektor produktif. Fokusnya tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan pembiayaan, tetapi memastikan dana perbankan benar-benar mengalir ke aktivitas yang memberi dampak langsung bagi ekonomi.

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan bahwa prioritas pembiayaan itu mencakup industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Empat sektor yang jadi prioritas

Menurut Dony, bank-bank Himbara akan diarahkan untuk mendanai sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Industri manufaktur masuk prioritas karena dinilai mampu mendorong aktivitas produksi dan memperluas rantai usaha.

Hilirisasi sumber daya alam juga masuk dalam daftar utama. Sektor ini dianggap penting karena pengolahan hasil tambang, perkebunan, dan komoditas lain di dalam negeri dapat memberi nilai ekonomi yang lebih besar.

Pembangunan infrastruktur diposisikan sebagai sektor strategis karena efeknya luas terhadap aktivitas ekonomi. Konektivitas logistik dan pergerakan usaha di berbagai daerah menjadi bagian dari dampak yang diharapkan.

UMKM tetap mendapat tempat penting dalam pembiayaan Himbara. Sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

Dampak berganda jadi ukuran penting

Selain empat sektor utama itu, Dony menyebut pembiayaan juga perlu menyasar sektor lain yang punya efek berganda besar terhadap perekonomian. Efek berganda atau multiplier effect berarti satu sektor tumbuh dan ikut mendorong sektor lain bergerak.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kredit bank BUMN diharapkan tidak berhenti pada pertumbuhan aset semata. Pembiayaan juga dituntut memberi dorongan nyata bagi aktivitas ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dony dalam keterangan resminya.

Evaluasi kinerja dan penguatan tata kelola

Arahan itu disampaikan Dony dalam rapat bersama Komisaris Utama dan Direktur Utama bank-bank Himbara pada Senin (15/06). Pertemuan tersebut juga dipakai untuk mengevaluasi kinerja perbankan BUMN.

Dalam rapat itu, kinerja positif bank-bank Himbara disebut menjadi fondasi penting bagi stabilitas sistem keuangan. Pada saat yang sama, bank-bank BUMN dipandang sebagai penggerak aktivitas ekonomi nasional.

Perbankan BUMN diharapkan terus meningkatkan kontribusi lewat pembiayaan yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah. Dengan begitu, fungsi intermediasi bank bisa berjalan lebih kuat dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Komitmen menjaga daya tahan bank BUMN

Rapat tersebut juga membahas penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta strategi menjaga daya tahan dan daya saing bank BUMN. Pembahasan ini penting karena perbankan harus tetap solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berubah.

BP BUMN bersama Danantara dan jajaran Himbara disebut berkomitmen menjaga perbankan BUMN agar tetap tumbuh sehat, profesional, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemegang saham, dewan komisaris, dan manajemen diharapkan bisa memperkuat peran bank-bank Himbara dalam mendukung target pembangunan nasional.

Dari arah pembiayaan yang diprioritaskan hingga penguatan tata kelola, bank-bank Himbara kini diposisikan sebagai instrumen penting untuk menyalurkan kredit ke sektor yang paling relevan bagi perekonomian. Fokus pada manufaktur, hilirisasi SDA, infrastruktur, UMKM, dan sektor berdampak besar lainnya menjadi penanda bahwa pembiayaan perbankan BUMN diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Source: www.viva.co.id

Terkait