Nada hawkish dari Federal Reserve kembali menekan pasar kripto, dan trader kini terlihat semakin berhati-hati terhadap Bitcoin maupun Ethereum. Di prediction market, peluang penurunan untuk dua aset terbesar itu justru makin dominan dibanding skenario pantulan cepat.
Perubahan sentimen ini terjadi setelah pertemuan FOMC pertama yang dipimpin Kevin Warsh. Suku bunga memang belum berubah, tetapi ekspektasi pasar bergeser tajam dan tekanan harga ikut terasa di aset digital.
Bitcoin dan Ethereum sama-sama turun tajam
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin dan Ethereum masing-masing turun sekitar 5%. BTC terakhir berpindah tangan di $62,499, sementara ETH berada di $1,682.
Di sisi lain, pasar suku bunga mulai membaca arah yang lebih ketat. Trader tidak lagi melihat pemangkasan suku bunga tahun ini, sedangkan Polymarket menilai peluang tidak ada pemangkasan sama sekali pada 2026 berada di sekitar 80%.
Bitcoin semakin condong ke skenario turun
Di platform Myriad “Pump or Dump”, peluang Bitcoin untuk “dumping” naik lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, prediktor menempatkan peluang hampir 72% bahwa BTC akan turun ke $55,000 sebelum berbalik naik ke $84,000.
Meski begitu, Bitfire Research mengatakan kepada Decrypt bahwa BTC pada level saat ini berada dalam “high-value entry window.” Pandangan itu menunjukkan masih ada pihak yang melihat pelemahan harga sebagai peluang masuk, bukan hanya tanda tekanan lanjutan.
Ethereum dinilai lebih rentan
Sentimen bearish terhadap Ethereum terlihat lebih kuat. Prediktor kini memberi peluang sekitar 83% bahwa ETH akan menyentuh $1,500 lebih dulu sebelum naik ke $3,000.
Peluang itu naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir dan sudah meningkat lebih dari 23% dalam sebulan terakhir perdagangan. Pada level saat ini, ETH masih sekitar 12% di atas $1,500, tetapi perlu reli sekitar 78% untuk mencapai $3,000.
Perbedaan jarak menuju dua level itu membuat pasar lebih berhati-hati. Dalam pembacaan trader saat ini, skenario penurunan tampak lebih dekat daripada lonjakan tajam dalam waktu dekat, terutama setelah sentimen kebijakan The Fed kembali berubah ke arah yang lebih hawkish.







