Nama Muhammad Chatib Basri kembali menarik perhatian publik setelah muncul rumor soal posisinya di bursa pengganti Menteri Keuangan Purbaya. Di saat spekulasi itu beredar, laporan kekayaannya justru menampilkan angka yang jauh lebih besar dari perkiraan banyak orang.
Per Maret 2025, total harta Chatib Basri tercatat mencapai Rp117,24 miliar. Angka itu naik dari Maret 2024 yang berada di Rp94,97 miliar, sehingga dalam setahun nilainya melonjak cukup tajam.
Portofolio kekayaan didominasi surat berharga
Komponen terbesar kekayaan Chatib Basri ada pada surat berharga senilai Rp62,57 miliar. Pos ini menjadi penopang utama seluruh portofolionya dan menunjukkan bahwa asetnya kuat di instrumen investasi.
Di luar itu, ia juga mencatat kas dan setara kas sebesar Rp13,22 miliar. Harta bergerak lainnya mencapai Rp3,13 miliar, sehingga struktur asetnya terlihat cukup likuid dan tersebar di beberapa kategori.
Properti di Jakarta hingga Melbourne
Aset properti Chatib Basri tercatat bernilai Rp13,2 miliar. Porsi terbesar berada di Jakarta Pusat dengan nilai Rp10,9 miliar, sementara satu properti lain yang menyita perhatian ada di Melbourne, Australia.
Tanah dan bangunan seluas 1.000 meter persegi di Melbourne itu ditaksir bernilai Rp2,35 miliar. Kepemilikan aset di luar negeri membuat profil kekayaannya semakin menonjol di tengah rumor politik yang menyeret namanya.
Isi garasi bernilai Rp6,36 miliar
Daftar kendaraan Chatib Basri memiliki total nilai Rp6,36 miliar. Koleksinya mencakup mobil mewah, mobil klasik, hingga kendaraan listrik dengan karakter yang berbeda-beda.
Mobil paling mahal dalam daftar itu adalah Mercedes-Benz senilai Rp3,08 miliar. Ada juga Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 senilai Rp882 juta dan Hyundai Ioniq 5 EV tahun 2023 senilai Rp862,5 juta.
Nama lain yang masuk daftar adalah Nissan President Sedan tahun 1992 dengan nilai Rp145 juta. Kehadiran mobil klasik itu menambah warna di tengah koleksi kendaraan bernilai miliaran yang dimilikinya.
Masih tercatat punya utang
Meski total hartanya sudah menembus Rp117 miliar, Chatib Basri tetap tercatat memiliki kewajiban. Dalam laporan LHKPN 2024, utangnya berada di angka Rp3,25 miliar.
Nilai utang tersebut relatif kecil dibanding total aset yang ia miliki. Namun detail itu menunjukkan bahwa laporan kekayaannya tetap memuat sisi kewajiban, bukan hanya daftar aset bernilai tinggi.
Sorotan terhadap kekayaan Chatib Basri pun makin besar karena namanya dikaitkan dengan kursi strategis di bidang keuangan negara. Di tengah kabar itu, publik kembali melihat rekam jejaknya sebagai ekonom senior sekaligus komposisi aset yang kini mencapai ratusan miliar rupiah.
Source: www.suara.com






