Harry Terancam Tagihan Rp365,6 Miliar, Elton John Disebut Bisa Turun Tangan

Pangeran Harry disebut menghadapi tagihan biaya hukum yang sangat besar setelah kalah dalam gugatan melawan Daily Mail. Nilainya diperkirakan mencapai 15 juta pounsterling atau sekitar Rp365,6 miliar, dengan tenggat pembayaran yang disebut hanya 14 hari.

Situasi itu membuat posisi Harry kembali disorot, terutama karena ia sudah kalah dalam perkara yang menuduh jaringan surat kabar milik Associated Newspapers melakukan pengumpulan informasi ilegal. Seorang sumber dekat yang dikutip Page Six bahkan menyebut, “Harry jelas tidak punya uang untuk itu.”

Biaya Besar yang Harus Ditanggung Para Penggugat

Biaya hukum itu tidak hanya membebani Harry, tetapi juga para penggugat lain dalam perkara yang sama. Hakim menetapkan biaya pada akhir bulan ini, dan jika mereka ingin mengajukan banding, pembayaran tetap harus dilakukan dalam waktu 14 hari.

AspekInformasi
Perkiraan biaya hukum15 juta pounsterling
SetaraRp365,6 miliar
Batas waktu pembayaran14 hari
Hasil perkaraPenggugat kalah melawan Daily Mail

Elton John dan Nama-Nama Besar di Balik Gugatan

Dalam perkara itu, Harry bergabung dengan Elton John, David Furnish, Elizabeth Hurley, Sadie Frost, Doreen Lawrence, dan Sir Simon Hughes. Mereka menuding jurnalis Daily Mail dan Mail on Sunday melakukan peretasan telepon, penyadapan telepon rumah, serta pemasangan alat sadap di rumah dan mobil.

Associated Newspapers, penerbit yang menaungi Daily Mail, MailOnline, The Mail on Sunday, Metro, Metro.co.uk, i newspaper, inews.co.uk, dan New Scientist, membantah semua tuduhan tersebut. Hakim Nicklin kemudian menyebut para penggugat “terbuka untuk kritik” atas cara beberapa bagian kasus diajukan.

Sumber hukum yang mengetahui perkara ini mengatakan pihak-pihak yang mendanai kasus tersebut kemungkinan akan membantu Harry dengan biaya. Elton John juga disebut berpeluang ikut membantu karena hubungannya yang sangat dekat dengan Harry.

Masih menurut sumber yang dikutip Page Six, Meghan Markle kemungkinan tidak senang dengan biaya sebesar itu dan tidak ingin Harry melanjutkan kasus ini. Ada juga kemungkinan bantuan dari pewaris mendiang taipan Formula 1 Max Mosley bersama kelompok kampanye Hacked Off, yang disebut ikut membantu mendanai penelitian para penggugat.

Jejak Panjang Konflik Harry dengan Media Inggris

Kasus ini menambah daftar panjang pertarungan Harry dengan media Inggris. Sebelumnya, ia menggugat Mirror Group Newspapers atas pengumpulan informasi yang melanggar hukum dan sempat memenangkan sebagian sebelum kasus itu selesai.

Ia juga menggugat News Group Newspapers atas isu serupa, lalu perkara itu berakhir di luar pengadilan. Pada 2022, Harry menggugat Associated Newspapers terkait pencemaran nama baik atas artikel yang menyangkut gugatannya terhadap pemerintah, tetapi gugatan itu kemudian ditarik.

Perkara lain yang berkaitan dengan pengaturan keamanan terhadap pemerintah juga berakhir kalah. Rangkaian hasil itu membuat posisi Harry di hadapan media Inggris tetap penuh risiko, sementara beban biaya dari perkara terbaru ini kini menjadi perhatian utama.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait