Harga Wuling Air EV Bekas Terjun Ke Rp100 Jutaan, Selisihnya Masih Bikin Kaget

Author: Cung Media

Harga Wuling Air EV bekas di pasar sekunder pada akhir April terpantau turun cukup tajam dan kini banyak ditawarkan di kisaran Rp100 jutaan hingga Rp130 jutaan. Kondisi ini membuat mobil listrik kompak tersebut semakin menarik bagi pembeli yang ingin masuk ke segmen kendaraan listrik dengan modal lebih ringan.

Pantauan berbagai platform jual beli mobil bekas yang dirangkum Suara.com menunjukkan, selisih harga antarunit sangat bergantung pada tahun produksi, tipe, kondisi mobil, dan jarak tempuh. Untuk calon pembeli, perbedaan itu menjadi hal yang wajar karena setiap unit membawa riwayat pakai yang berbeda.

Harga yang paling banyak ditemui di pasar

Di antara unit yang beredar, Wuling Air EV Standard produksi 2023 dengan odometer sekitar 10.000 km tercatat berada di kisaran Rp100 juta sampai Rp110 jutaan. Sementara itu, varian Air EV Long Range produksi 2022 dengan jarak tempuh 15.000 sampai 20.000 km ditawarkan sekitar Rp130 juta hingga Rp140 jutaan.

Meski begitu, rentang harga yang paling sering muncul berada di level Rp120 jutaan sampai Rp130 jutaan. Harga itu dinilai masih cukup menarik karena usia mobil tergolong muda dan kondisi unit umumnya masih layak pakai untuk kebutuhan harian di dalam kota.

Depresiasi yang terasa cepat

Jika dibandingkan dengan harga barunya, penurunan nilai Wuling Air EV bekas terlihat cukup besar. Suara.com mencontohkan varian Standard yang saat baru berada di sekitar Rp180 jutaan, kini bisa ditemukan di sekitar Rp105 jutaan di pasar bekas.

Artinya, dalam rentang satu sampai dua tahun, depresiasinya dapat mencapai Rp60 juta sampai Rp70 jutaan. Bagi sebagian konsumen, penurunan seperti ini justru membuka peluang untuk memiliki mobil listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Faktor yang menekan harga jual kembali

Turunnya harga bekas Wuling Air EV tidak lepas dari beberapa faktor yang membentuk pasar mobil listrik sekunder. Salah satunya adalah perkembangan teknologi baterai yang berjalan cepat, sehingga model yang lebih lama tampak tertinggal saat pabrikan lain menawarkan teknologi yang lebih efisien dan lebih ekonomis.

Dari sisi pembiayaan, lembaga keuangan juga masih cenderung selektif terhadap mobil listrik bekas. Kondisi itu membuat akses kredit belum selalu mudah, sehingga calon pembeli di pasar sekunder tidak sebanyak di pasar mobil konvensional.

Kekhawatiran soal infrastruktur pengisian daya juga masih memengaruhi minat konsumen. Meski jaringan stasiun pengisian terus berkembang, persepsi mengenai kemudahan charging di luar kota atau wilayah tertentu belum sepenuhnya hilang.

Tekanan lain datang dari persaingan antarmerek yang semakin ketat. Kehadiran model EV baru dengan harga kompetitif dan spesifikasi yang lebih segar ikut memberi dampak pada nilai jual kembali Wuling Air EV second.

Fitur yang masih relevan untuk penggunaan harian

Di tengah penurunan harga, Wuling Air EV tetap punya daya tarik sebagai mobil listrik kompak untuk mobilitas perkotaan. Karakternya yang ringkas membuat model ini cocok untuk kebutuhan harian, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis dan efisien.

Untuk tipe Standard Range, Wuling membekali Air EV dengan baterai lithium ferro-phosphate atau LFP berkapasitas 17,3 kWh. Dengan baterai tersebut, jarak tempuh yang diklaim mencapai 200 kilometer.

Varian Long Range membawa baterai 26,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 300 kilometer. Perbedaan kapasitas ini membuat Long Range menawarkan fleksibilitas lebih untuk mobilitas yang lebih panjang.

Dari sisi perlengkapan, Air EV sudah dilengkapi Electric Power Window, Multifunction Steering Wheel, USB Charging Port, dan rating IP67 waterproof battery. Pada tipe Long Range, fitur yang disediakan lebih lengkap, termasuk Integrated Floating Widescreen dengan meter cluster 10,25 inci dan head unit 10,25 inci, jok synthetic leather, keyless entry, Smart Start System, serta Extended Horizon LED DRL.

Hal yang perlu diperhatikan calon pembeli

Bagi pembeli mobil bekas, perhatian utama biasanya tertuju pada kondisi baterai, riwayat pemakaian, jarak tempuh, dan kelengkapan fitur sesuai varian. Faktor-faktor itu sangat menentukan apakah sebuah unit layak dibeli atau tidak, meski memakai nama model yang sama.

Wuling juga membekali Air EV dengan perangkat keselamatan seperti dua airbags, rem cakram ganda dengan ABS dan EBD, TPMS, serta Sound Module for Pedestrian Warning. Dengan banderol mulai Rp100 jutaan, model ini masih menjadi salah satu opsi mobil listrik bekas yang masuk akal bagi konsumen yang mengutamakan harga terjangkau dan fitur yang tetap relevan untuk penggunaan kota.

Source: www.suara.com
Terbaru