Harga OnePlus Nord CE 6 Naik, Mid-Range Ini Makin Jauh dari Label Terjangkau

Kenaikan harga yang ikut menghantam OnePlus Nord CE 6 membuat posisi ponsel ini berubah cukup terasa. Model yang semula dipandang sebagai opsi mid-range ramah kantong kini masuk ke level harga yang lebih sulit disebut terjangkau.

Perubahan itu datang lewat kenaikan ₹2,000 pada dua varian Nord CE 6. Di pasar yang sensitif terhadap selisih harga sekecil apa pun, langkah ini bisa menggeser pertimbangan calon pembeli yang semula menaruh minat pada perangkat tersebut.

Harga baru Nord CE 6

Varian 8GB + 128GB kini dijual seharga ₹33,999, naik dari harga sebelumnya ₹31,999. Sementara itu, versi 8GB + 256GB bergerak ke ₹36,999 dari ₹34,999.

Kenaikan yang terlihat tidak terlalu besar di atas kertas ini tetap terasa di kelas menengah. Pembeli di segmen ini biasanya membandingkan setiap selisih harga dengan lebih teliti, terutama saat pilihan perangkat makin banyak.

Efek domino dari krisis komponen

Tekanan harga pada Nord CE 6 muncul di tengah situasi industri yang lebih luas. Laporan sebelumnya menyebut Apple juga tidak mampu lagi menyerap lonjakan biaya komponen, sehingga iPhone 18 Pro series diperkirakan ikut terdampak penyesuaian harga.

Artinya, beban biaya tidak hanya menekan ponsel premium. Segmen menengah yang selama ini menjadi tumpuan volume penjualan juga mulai merasakan dampaknya secara langsung.

Di balik perubahan itu, isu utama yang disebut adalah krisis chip memori dan penyimpanan. Lonjakan biaya komponen membuat produsen menghadapi pilihan yang sama-sama tidak ideal, yakni menekan margin atau menaikkan harga jual.

Mengapa harga komponen ikut naik

Kenaikan biaya memori dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan untuk AI. Produsen chip memori disebut memprioritaskan pasokan bagi pusat data AI, sehingga tekanan pada rantai pasok perangkat konsumen ikut membesar.

Ketika pasokan mengetat dan permintaan tetap tinggi, harga komponen terdorong naik. Dampaknya kemudian merembet ke harga akhir produk, termasuk smartphone yang sebenarnya menyasar pasar yang lebih luas.

Situasi seperti ini membuat ponsel mid-range pun tidak kebal. Meski Nord CE 6 bukan perangkat flagship, komponen intinya tetap bergantung pada pasar semikonduktor global yang sedang tertekan.

Daya tarik Nord CE 6 ikut bergeser

Dengan banderol baru, Nord CE 6 menjadi jauh lebih mahal dibanding saat peluncuran awalnya tahun ini. Dampaknya paling terasa pada persepsi nilai, karena banyak pembeli mid-range memilih perangkat berdasarkan rasio spesifikasi dan harga.

Model 8GB + 128GB di ₹33,999 kini tidak lagi seagresif sebelumnya. Varian 8GB + 256GB yang berada di ₹36,999 juga masuk ke area persaingan harga yang lebih ketat.

VarianHarga LamaHarga Baru
8GB + 128GB₹31,999₹33,999
8GB + 256GB₹34,999₹36,999

Bagi pembeli yang mencari ruang lebih lega untuk foto, gim, dan aplikasi, biaya tambahan pada varian 256GB kini terasa lebih berat. Sementara itu, model dasar juga sudah naik ke titik yang tidak lagi memberi kesan masuk paling murah di kelasnya.

Bukan sekali ini OnePlus menaikkan harga

Kenaikan banderol Nord CE 6 bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Sebelumnya, OnePlus juga disebut menaikkan harga OnePlus 15R secara signifikan, lalu diikuti Nord 6.

Rangkaian penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa OnePlus ikut menghadapi tekanan yang sama seperti produsen lain. Dalam kondisi seperti ini, harga agresif di kelas menengah tampak makin sulit dipertahankan jika biaya komponen terus bergerak naik.

Selama krisis chip memori dan penyimpanan belum mereda, ruang untuk ponsel mid-range yang benar-benar murah bisa semakin sempit. Nord CE 6 menjadi contoh terbaru bahwa gejolak rantai pasok global sudah terasa bukan hanya di kelas premium, tetapi juga di segmen yang selama ini paling mengandalkan label terjangkau.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait