Pemilik mobil yang bersiap servis berkala pada Juli 2026 perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Sejumlah merek oli mesin mobil kompak menyesuaikan harga ke atas, sementara Top1 justru masih memberi potongan harga di beberapa varian.
Perubahan ini penting karena penggantian oli tetap menjadi perawatan dasar untuk menjaga performa mesin. Menunda penggantian demi hemat biaya bisa berdampak pada kinerja mesin dan mempercepat kerusakan komponen.
Pertamina dan Motul ikut bergerak naik
Di pasar Indonesia, Pertamina masih menyediakan lini oli untuk kebutuhan harian hingga pelumas sintetis. Pertamina Prima XP SAE 20W-50 1L tercatat Rp80.000, sedangkan Pertamina Fastron SAE 10W-40 1L dijual Rp94.000.
Varian lain dari Pertamina juga berada di rentang harga berbeda. Pertamina Fastron SAE 20W-50 1L dibanderol Rp67.000, Pertamina Fastron Techno SAE 15W-50 1L seharga Rp90.000, dan Pertamina Fastron Gold SAE 5W-30 1L mencapai Rp150.000.
Motul juga masih menawarkan beberapa pilihan oli sintetis untuk mobil harian maupun kendaraan berperforma tinggi. Motul Multipower Plus SAE 10W-40 1L dijual Rp145.000, sementara Motul Multigrade Plus SAE 10W-40 1L tercantum Rp114.601.
Dua varian lain dari Motul berada di level harga lebih tinggi. Motul H-Tech 100 Plus SAE 5W-30 1L dipasang Rp219.205, sedangkan Motul H-Tech 100 Plus SAE 0W-20 1L mencapai Rp238.901.
Shell ikut menyesuaikan
Shell menyediakan lini Helix dengan beberapa tingkat viskositas untuk menyesuaikan kebutuhan mesin kendaraan. Shell Helix HX6 SAE 10W-40 1L saat ini dijual Rp115.000.
Varian Shell Helix HX7 SAE 5W-40 1L berada di Rp152.000. Sementara itu, Shell Helix Ultra SAE 5W-30 1L tercatat Rp210.000.
Top1 jadi pengecualian
Berbeda dari tiga merek lain, Top1 masih memberi penyesuaian harga ke bawah pada sejumlah varian. Top1 SMO Zenzation SAE 10W-40 1L tercatat Rp150.168 dan Top1 SMO Zenzation SAE 5W-30 1L dijual Rp160.000.
Dua varian lainnya berada di segmen harga lebih tinggi. Top1 SMO Evolution SAE 0W-20 1L dibanderol Rp280.000, sedangkan Top1 SMO Evolution SAE 5W-40 1L tercatat Rp264.000.
| Merek | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Pertamina | Prima XP SAE 20W-50 1L | Rp80.000 |
| Pertamina | Fastron SAE 10W-40 1L | Rp94.000 |
| Pertamina | Fastron SAE 20W-50 1L | Rp67.000 |
| Pertamina | Fastron Techno SAE 15W-50 1L | Rp90.000 |
| Pertamina | Fastron Gold SAE 5W-30 1L | Rp150.000 |
| Motul | Multipower Plus SAE 10W-40 1L | Rp145.000 |
| Motul | Multigrade Plus SAE 10W-40 1L | Rp114.601 |
| Motul | H-Tech 100 Plus SAE 5W-30 1L | Rp219.205 |
| Motul | H-Tech 100 Plus SAE 0W-20 1L | Rp238.901 |
| Shell | Helix HX6 SAE 10W-40 1L | Rp115.000 |
| Shell | Helix HX7 SAE 5W-40 1L | Rp152.000 |
| Shell | Helix Ultra SAE 5W-30 1L | Rp210.000 |
| Top1 | SMO Zenzation SAE 10W-40 1L | Rp150.168 |
| Top1 | SMO Zenzation SAE 5W-30 1L | Rp160.000 |
| Top1 | SMO Evolution SAE 0W-20 1L | Rp280.000 |
| Top1 | SMO Evolution SAE 5W-40 1L | Rp264.000 |
Harga tersebut menjadi acuan per Juli 2026 dan bisa berbeda di tiap daerah, dealer, bengkel, maupun marketplace. Karena itu, pembeli tetap perlu mengecek label, spesifikasi, dan rekomendasi pabrikan sebelum memilih.
Cara memilih oli yang sesuai
Pemilihan oli tidak cukup hanya melihat harga. Setiap mobil memiliki kebutuhan pelumas berbeda, sehingga buku manual kendaraan tetap menjadi acuan utama.
Tingkat viskositas juga perlu diperhatikan karena kode seperti 0W-20, 5W-30, 10W-40, dan 20W-50 menunjukkan kekentalan oli. Mobil keluaran terbaru umumnya memakai oli yang lebih encer, sedangkan mobil yang lebih lama bisa membutuhkan oli lebih kental sesuai anjuran pabrikan.
Jenis oli pun terbagi menjadi mineral, semi sintetis, dan full sintetis. Oli mineral cocok untuk mesin yang lebih sederhana, semi sintetis menawarkan keseimbangan harga dan performa, sedangkan full sintetis punya daya tahan lebih baik terhadap suhu tinggi.
Selain itu, standar API dan SAE tetap penting untuk dilihat. Konsumen juga disarankan membeli di bengkel resmi, toko otomotif tepercaya, atau distributor resmi agar terhindar dari produk palsu.
Penggantian oli tetap perlu dilakukan sesuai interval yang direkomendasikan pabrikan, baik berdasarkan jarak tempuh maupun waktu pemakaian. Oli yang terlalu lama digunakan akan kehilangan kemampuan melumasi dan melindungi mesin secara optimal.
