Harga ponsel dari Nothing, OnePlus, Realme, dan Xiaomi tiba-tiba bergerak naik di India, dan perubahan itu sudah terlihat di situs resmi masing-masing merek. Bagi calon pembeli yang sedang menunda upgrade, momen beli kini bisa berdampak langsung pada total uang yang harus keluar.
Kenaikan ini menyentuh banyak segmen, mulai dari kelas entry-level sampai kelas menengah premium. Sejumlah model populer bahkan sudah menampilkan banderol baru, sehingga lonjakan harga ini bukan lagi sekadar isu awal di kalangan pemburu gadget.
Informasi awal soal perubahan harga itu mencuat lewat unggahan tipster Abhishek Yadav di X. Setelah itu, harga baru untuk Nothing, OnePlus, dan Xiaomi mulai terverifikasi di laman resmi India, sementara penjelasan resmi soal alasan kenaikan masih belum keluar.
Nothing naik paling terasa di beberapa model
Nothing termasuk merek yang paling jelas melakukan penyesuaian harga. Phone (3a) Lite kini dijual mulai Rs 27,999 dari sebelumnya Rs 24,999, sedangkan varian 256GB dipatok Rs 29,999.
Phone (4a) juga ikut terkerek naik. Varian 8GB + 128GB kini berada di Rs 34,999, sementara model 12GB + 256GB tercantum di Rs 40,999.
Kenaikan terbesar di lini ini terjadi pada Phone (4a) Pro. Model tersebut sekarang dijual mulai Rs 44,999 hingga Rs 50,999, tergantung varian yang dipilih.
OnePlus dan Xiaomi ikut menyesuaikan harga
OnePlus juga memperbarui banderol seri terbarunya di India. OnePlus 15 varian 12GB + 256GB kini berada di Rs 77,999 dari sebelumnya Rs 72,999.
Varian 16GB + 512GB pada OnePlus 15 naik dari Rs 79,999 menjadi Rs 85,999. Sementara itu, OnePlus 15R kini lebih mahal Rs 2,500 dan mulai dijual di Rs 52,999.
Xiaomi mengikuti tren yang sama lewat seri Redmi Note 15 Pro. Di Mi.com, Redmi Note 15 Pro kini mulai Rs 31,999, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ mulai Rs 39,999.
Menurut tipster Sanju Choudhary, beberapa varian kelas atas di seri itu bahkan naik hingga Rs 2,000. Artinya, kenaikan tidak hanya menekan model dasar, tetapi juga konfigurasi yang lebih tinggi.
Realme menyentuh paling banyak model
Realme menjadi merek dengan dampak terluas dari sisi jumlah perangkat. Ada enam ponsel yang terdampak, dan setiap varian penyimpanan disebut mengalami kenaikan Rs 1,000.
Model yang masuk daftar itu adalah Realme C71 4G, Realme 15x 5G, Realme 15T 5G, Realme C85 5G, Realme 16 Pro 5G, dan Realme 16 Pro+ 5G. Harga awal baru dari keenam perangkat tersebut kini berada di rentang Rs 11,999 hingga Rs 44,999, tergantung modelnya.
Kenaikan yang merata di banyak varian menunjukkan tekanan harga tidak terjadi hanya pada satu lini. Kondisi ini juga membuat peta harga Realme berubah cukup lebar dalam waktu singkat.
Biaya komponen diduga menjadi pemicu utama
Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan terkait belum memberi penjelasan resmi soal penyebab perubahan harga. Namun, indikasi yang beredar mengarah kuat ke kenaikan biaya komponen, terutama memori dan chipset.
Sebuah tangkapan layar email yang diklaim berasal dari Realme kepada mitranya menyebut lonjakan harga memori dan chipset memaksa perusahaan merevisi harga jual. Jika informasi itu akurat, tekanan biaya memang tidak berhenti di satu merek saja.
Sinyal serupa juga pernah muncul dari Carl Pei, CEO Nothing. Pada awal 2026, ia mengingatkan bahwa merek ponsel bisa menghadapi dua pilihan: menaikkan harga atau menurunkan spesifikasi.
Pei juga menyebut model bisnis “spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih rendah” semakin sulit dipertahankan pada 2026. Ia bahkan memperkirakan ada kasus tertentu ketika harga bisa naik hingga 30 persen atau lebih.
Ia turut menyoroti lonjakan biaya memori. Menurutnya, modul yang sebelumnya di bawah $20 berpotensi melampaui $100 untuk model kelas atas pada akhir tahun.
Apa artinya bagi pembeli sekarang
Bagi konsumen, waktu pembelian kini menjadi faktor yang semakin penting. Harga resmi yang sudah diperbarui di situs perusahaan menandakan kenaikan ini mulai berlaku, bukan lagi sekadar kabar awal.
Situasi ini juga bisa mengubah kebiasaan belanja ponsel dalam waktu dekat. Pembeli yang masih menunggu kemungkinan perlu lebih aktif memantau diskon, penawaran bank, atau promosi kanal penjualan untuk menekan selisih harga.
Kenaikan serentak pada empat merek besar memperlihatkan bahwa ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Saat biaya komponen terus naik, pasar ponsel India tampaknya sedang memasuki fase baru ketika harga dapat berubah lebih cepat dari biasanya.
Source: www.indiatoday.in






