Harga motor listrik subsidi pada Juni 2026 kembali menekan batas bawah pasar, dengan pilihan termurah kini masuk di kisaran Rp12 jutaan. Kondisi ini membuat perpindahan dari motor bensin ke motor listrik terasa semakin terjangkau bagi banyak konsumen.
Polytron dan Yadea menjadi dua merek yang paling menonjol karena menawarkan kombinasi subsidi, promo, dan skema pembelian yang berbeda. Dari sisi harga awal, keduanya sama-sama membuka lebih banyak opsi untuk pengguna yang ingin menyesuaikan biaya dengan kebutuhan harian.
Polytron Buka Opsi Paling Murah Lewat Skema BaaS
Polytron Fox-200 dengan skema Battery as a Service atau BaaS menjadi pilihan termurah dalam daftar ini. Model tersebut dipasarkan mulai sekitar Rp12,1 juta karena konsumen tidak perlu membeli baterai di awal.
Skema sewa baterai membuat biaya pembelian awal lebih ringan, sehingga cocok untuk pembeli yang ingin masuk ke motor listrik dengan investasi awal yang lebih rendah. Bagi yang menginginkan kepemilikan penuh, Polytron juga menyediakan Fox-200 versi beli baterai mulai sekitar Rp21,1 juta.
Polytron turut menghadirkan Fox-350 sebagai model yang lebih baru dan disebut menawarkan kemampuan jelajah lebih jauh untuk mendukung mobilitas harian. Versi BaaS dari Fox-350 dipasarkan mulai sekitar Rp16,5 juta.
Yadea Andalkan Subsidi dan Promo Tambahan
Di kubu Yadea, E8S Pro menjadi salah satu model yang paling mencuri perhatian setelah subsidi pemerintah diterapkan. Motor listrik ini dibanderol sekitar Rp16,9 juta.
Yadea juga menawarkan T9 pada kisaran Rp14,5 juta hingga Rp15 juta, tergantung wilayah dan promo yang berlaku. Harga itu menjadikannya salah satu pilihan ekonomis bagi konsumen pemula yang ingin masuk ke segmen kendaraan listrik roda dua.
Untuk pengguna yang mencari fitur lebih lengkap, lini Velax disiapkan dalam beberapa varian. Velax standar dipasarkan mulai sekitar Rp19,8 juta, sedangkan versi premium berada pada rentang Rp22,8 juta hingga Rp39,8 juta.
Rentang harga pada Velax dipengaruhi oleh spesifikasi, kapasitas baterai, dan fitur yang disematkan. Selain subsidi pemerintah, Yadea juga menjalankan subsidi mandiri melalui pameran otomotif dan jaringan dealer, dengan potongan tambahan untuk model tertentu yang dapat mencapai Rp10 juta.
Pasar Makin Kompetitif, Pembeli Punya Lebih Banyak Pilihan
Strategi harga dari Polytron dan Yadea menunjukkan bahwa pasar motor listrik tidak lagi hanya bertumpu pada subsidi pemerintah. Produsen kini juga mengandalkan variasi skema pembelian, promo dealer, dan program tambahan agar harga akhir semakin mudah dijangkau.
Perbedaan pendekatan kedua merek itu cukup jelas, dengan Polytron menonjol lewat pilihan sewa baterai atau beli baterai, sementara Yadea memperkuat daya saing melalui subsidi pemerintah, promo jaringan dealer, dan subsidi mandiri. Di tengah minat masyarakat yang terus naik sepanjang 2026, konsumen kini punya ruang lebih besar untuk memilih motor listrik sesuai kemampuan belanja dan kebutuhan penggunaan harian.
| Merek | Model | Harga Estimasi |
|---|---|---|
| Polytron | Fox-200 (BaaS/Sewa Baterai) | Mulai Rp12.100.000 |
| Polytron | Fox-200 (Beli Baterai) | Mulai Rp21.100.000 |
| Polytron | Fox-350 (BaaS/Sewa Baterai) | Mulai Rp16.500.000 |
| Yadea | E8S Pro | Rp16.900.000 |
| Yadea | T9 | Rp14.500.000 – Rp15.000.000 |
| Yadea | Velax Standar | Rp19.800.000 |
| Yadea | Velax Premium | Rp22.800.000 – Rp39.800.000 |
